الصَّبْرُ يُعِينُ عَلَى كُلِّ عَمَلٍ
Kesabaran itu menolong setiap pekerjaan.
مَنْ صَبَرَ ظَفِرَ
Siapa yang sabar beruntung.
Pengertian Sabar
Sabar berasal dari kata “sobaro-yasbiru” yang artinya menahan. Dan menurut istilah, sabar adalah menahan diri dari kesusahan dan menyikapinya sesuai syariah dan akal, menjaga lisan dari celaan, dan menahan anggota badan dari berbuat dosa dan sebagainya. Itulah pengertian sabar yang harus kita tanamkan dalam diri kita. Dan sabar ini tidak identik dengan cobaan saja. Karena menahan diri untuk tidak bersikap berlebihan, atau menahan diri dari pemborosan harta bagi yang mampu juga merupakan bagian dari sabar. Sabar harus kita terapkan dalam setiap aspek kehidupan kita. Bukan hanya ketika kita dalam kesulitan, tapi ketika dalam kemudahaan dan kesenangan juga kita harus tetap menjadikan sabar sebagai aspek kehidupan kita.
Pandangan Islam Tentang Sabar
Setelah kita tahu tentang pengertian sabar maka kita pelajari tentang pandangan islam tentang sabar. Sesuai pandangan islam Sabar itu ada berbagai macam, antara lain:
a) Sabar dalam menjalankan perintah Allah SWT
b) Sabar dari apa yang dilarang Allah SWT
c) Sabar terhadap apa yang telah ditakdirkan Allah SWT
Apakah kesabaran itu Terbatas?
Kadang kita mendengar ada orang berkata, ‘sabar itu ada batasnya juga kali’. Atau ketika ada orang yang dinasihati untuk bersabar ia malah menjawab ‘sabar juga ada batasnya‘. Berdasarkan kata-kata tersebut apakah benar sabar itu ada batasnya? Apakah semua manusia punya batas tertentu untuk bersabar? Jawabannya tidak. Sebenarnya sabar tidak ada batasnya, tapi manusia lah yang membuatnya terbatas. Ketika ada orang yang dikatakan sebagai orang yang sabar, suatu saat ia marah akan suatu hal, ini bukan berarti sabarnya yang terbatas, tapi orang itu lah yang membatasi kesabarannya. Tapi bisa jadi jika ia terus menahan marah bukan lagi bentuk kesabaran, tapi malah jadi bentuk kepasrahan. Seperti yang telah penulis paparkan sebelumnya bahwa sabar adalah suatu bentuk usaha dan kerja keras untuk menyelesaikan suatu hal, jika ia terus menahan marahnya bisa jadi masalah tidak akan terselesaikan, kadang dalam beberapa kondisi marah itu harus. Rasulullah pun pernah marah. Maka dalam kondisi tertentu, berusaha untuk marah demi sesuatu yang baik adalah bentuk kesabaran.
Orang yang sabar bukanlah orang yang lemah dan tidak bisa apa-apa, orang yang sabar bukanlah orang yang berbaring tidak berdaya, orang yang sabar bukanlah mereka yang tidak memiliki kekuatan untuk menghadapi kerasnya hidup. Tapi orang sabar adalah para ksatria hebat yang memiliki kekuatan dan ketangguhan untuk bertahan dan menyerang. Mereka bertahan ketika menghadapi berbagai tantangan yang membutuhkan pertahanan seperti menahan emosi, menghadapi musibah, atau menunggu sesuatu. Sedangkan mereka akan menyerang ketika menghadapi beberapa hal yang harus dituntaskan, seperti menyelesaikan tantangan, mengembangkan bisnis, belajar, atau menghadapi ujian. Maka kesabaran dapat menunjukkan tingkat ketangguhan seseorang. Rasulullah SAW bersabda ;
“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung. (QS Ali Imran [3]: 200).
Tak ada yang perlu diragukan dari janji Allah SWT, karena Allah tak pernah dan tak akan pernah mengingkari janji-Nya. Tak ada yang perlu dibimbangkan lagi dari keberuntungan bagi orang-orang beriman yang sabar dan bertakwa, keberuntungan itu pasti datang, pasti akan mereka terima, baik di dunia maupun di akhirat.
wallahu’alam bisshawab
Disampaikan oleh : Al-Ustadz Arfan Khoirun Halim




Leave a reply