Kita sebagai hamba hamba Allaah yang beriman dan berusaha untuk berbuat amal kebajikan, tentu sangat senang sekali jika amalan amalan kita di terima oleh Allaah SWT, karena jika amal kita diterima Allaah , maka balasannya adalah berupa kenikmatan syurga Allaah swt kelak di hari akhir .
Tentunya yang namanya syurga adalah tempat yang indah, penuh dengan kenikmatan. Nah kira kira seperti apa yaa syurga tersebut? Nah dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 25 di terangkan sebagai berikut:
وَبَشِّرِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ ۗ كُلَّمَا رُزِقُوْا مِنْهَا مِنْ ثَمَرَةٍ رِّزْقًا ۙ قَالُوْا هٰذَا الَّذِيْ رُزِقْنَا مِنْ قَبْلُ وَاُتُوْا بِهٖ مُتَشَابِهًا ۗوَلَهُمْ فِيْهَآ اَزْوَاجٌ مُّطَهَّرَةٌ وَّهُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
Artinya : Sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh bahwa untuk mereka (disediakan) surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Setiap kali diberi rezeki buah-buahan darinya, mereka berkata, “Inilah rezeki yang diberikan kepada kami sebelumnya.” Mereka telah diberi (buah-buahan) yang serupa dan di sana mereka (memperoleh) pasangan-pasangan yang disucikan. Mereka kekal di dalamnya.
Tafsir :
Allah SWT memerintahkan Nabi Muhammad SAW agar menyampaikan “berita gembira” kepada orang-orang yang beriman. Sifat-sifat berita gembira itu ialah berita yang dapat menimbulkan kegembiraan dalam arti yang sebenarnya bagi orang-orang yang menerima atau mendengar berita itu. “Berita gembira” hanya ditujukan kepada mereka yang bekerja dan berusaha dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tujuan yang digariskan oleh agama. Karena itulah Allah menyuruh Nabi Muhammad menyampaikan berita gembira itu kepada mereka yang beriman dan berbuat baik.
Iman yang dihargai Allah adalah iman yang hidup, yakni iman yang dibuktikan dengan amal kebajikan. Sebaliknya, Allah tidak menghargai amal apabila tidak berdasarkan iman yang benar.
“Amal” (perbuatan) ialah mewujudkan suatu perbuatan atau pekerjaan, baik berupa perkataan, perbuatan atau pun ikrar hati, tetapi yang biasa dipahami dari perkataan “amal” ialah perbuatan anggota badan. Amal baik mewujudkan perbuatan yang baik seperti yang telah ditentukan oleh agama.
Pada ayat di atas Allah SWT menyebut perkataan “beriman” dan “berbuat baik”, karena “berbuat baik” itu adalah hasil daripada “iman”. Pada ayat di atas ini juga disebut balasan yang akan diterima oleh orang-orang yang beriman, yaitu surga dengan segala kenikmatan yang terdapat di dalamnya.
“Surga” menurut bahasa berarti “taman” yang indah dengan tanam-tanaman yang beraneka warna, menarik hati orang yang memandangnya. Yang dimaksud dengan “surga” di sini tempat yang disediakan bagi orang yang beriman di akhirat nanti.
Surga termasuk alam gaib, tidak diketahui hakikatnya oleh manusia, hanya Allah saja yang mengetahuinya. Yang perlu dipercaya adalah bahwa surga merupakan tempat yang penuh kenikmatan jasmani dan rohani yang disediakan bagi orang yang beriman. Bentuk kenikmatan itu tidak dapat dibandingkan dengan kenikmatan duniawi.
Adapun mengenai gambaran untuk para penghuni syurga , dapat kita lihat di berbagai macam riwayat diantaranya adalah yang terdapat dalam kitab daqoiqul akbar di bab yang menerangkan tentang Penghuni Surga dan Keni’matannya sebagai berikut :
فى الخبر أن من وراء الصراط صحراء فيها أشجار طيبة تحت كل شجرة عينا ماء انفجرتا من الجنة إحداهما عن اليمين والأخرى عن الشمال والمؤمنون حين يجوزون الصراط وقد قاموا من القبور قاموا إلى الحساب ووقفوا فى الشمس وقرؤا الكتب وجاوزوا النيران وجاؤا إلى تلك الصحراء شربوا من إحدى العيون فإذا بلغ ماء العين إلى صدورهم خرج كل ما كان فيهم من غل وغش وحسد وزوال عنها فإذا استقر الماء فى بطونهم خرج كل ما كان فيها من فساد وداء وبول فيطهر ظاهرهم وباطنهم ثم يجيئون إلى العين الأخرى فيغتسلون فيها فتصير وجوههم كالقمر ليلة البدر وتطيب نفوسهم وقلوبهم وتطيب أجسامهم كالمسك فينتهون إلى باب الجنة فإذا خلقته من ياقوتة حمراء فيضربونها فتستقبلهم الحور بصحائف فى أيديهن فتخرج كل حورية إلى صاحبها فتعانقه وتقول له أنت حبيبي وأنا راضية عنك وأحبك أبدا وتدخل معه بيته، وفى البيت سبعون سريرا على كل سريرسبعون فراشا وعلى كل فراش حورية عليها سبعون حلة يرى مخ ساقها من لطائف الحلل ولو أن شعرة من شعر نساء أهل الجنة سقطت إلى الأرض لأضاءت لأهل الأرض.
Di dalam khobar, sesungguhnya dari belakang shirath (titian) terdapat padang belantara, di dalamnya terdapat pohon-pohon yang indah, di bawah setiap pohon terdapat 2 sumber mata air yang mengalir dari surga, salah satunya dari sisi kanan dan satu lainnya dari sisi kiri.
Dan orang-orang mukmin ketika mereka melewati shirath dan mereka telah bangkit dari kubur, yaitu (ketika) mereka bangkit untuk dihisab, berdiam diri di atas matahari, membaca catatan-catatan amal, melewati neraka-neraka, dan datang ke padang belantara itu, maka mereka meminum dari salah satu sumber mata air.
Ketika air dari sumber mata air itu sampai ke dada mereka, maka keluarlah apapun yang ada di dalamnya, termasuk rasa benci, penipuan, dan dengki, dan hilanglah apapun itu dari dada mereka. Lalu tatkala air itu menetap di perut mereka, maka keluarlah apapun yang ada di dalamnnya, termasuk kerusakan, penyakit, dan air kencing, sucilah dhohir dan batin mereka.
Kemudian mereka datang ke mata air lainnya, lalu mereka mandi di dalamnya, jadilah wajah mereka seperti bulan di malam purnama, jiwa dan hati mereka nyaman, dan tubuh mereka wangi seperti misik (kasturi). Sampilah mereka ke pintu surga, tiba-tiba (mereka melihat) cincin pintunya (cincin pintu untuk mengetuk) dari batu yaqut merah, lalu mereka mengetuknya.
Para bidadari pun menyambut mereka dengan piring-piring di atas tangannya. Keluarlah semua bidadari menemui pemiliknya (suaminya), memeluknya, dan berkata kepadanya, “Kamu adalah kekasihku, aku ridlo kepadamu, dan aku mencintaimu selamanya”. Bidadari itu masuk bersamanya ke dalam rumahnya.
Di dalam rumah itu ada 70 ranjang, di atas setiap ranjang terdapat 70 kasur, dan di tas setiap kasur terdapat bidadari, bidadari itu memiliki 70 pakaian yang bisa dilihat sum-sum betisnya karena tipisnya pakaian-pakaia itu. Dan jikalau satu rambut dari rambut-rambut wanita (bidadari) surga terjatuh ke bumi, niscaya satu rambut itu menerangi penghuni bumi.
قال النبي عليه السلام “حلل الجنة تتلألأ لا شمس ولا ليل فيها ولا نوم لأن النوم أخو الموت وسور الجنة سبع حوائط محيطة بالجنان كلها الأول من فضة والثاني من ذهب والثالث من زبرجد والرابع من لؤلؤ والخامس من در والسادس من ياقوت والسابع من نور يتلألأ وما بين كل حائطين مسيرة خمسمائة عام وأما أهل الجنة فهم جرد مرد مكحلون وللرجال شوارب خضراء فلج بلج ولا يكون ذلك للنساء لتمييزهن عن الرجال”. وفى الخبر أن أهل الجنة يكون على كل واحد منهم سبعون حلة كل حلة تتلون فى كل ساعة سبعين لونا يرى وجهه فى وجه زوجته وترى هى وجهها فى وجه زوجها وصدرها وساقها فى صدره وساقه لا يبزقون ولا يتمخطون وليس بهم شعر إلا الحاجبان وشعر الرأس والعين. وعن أبى هريرة رضي الله تعالى عنه والذى أنزل الكتاب على نبيه إن أهل الجنة يزدادون كل يوم جمالا وحسنا كما يزدادون فى الدنيا شبابا وهرما يعطى الرجل قوة مائة فى الاكل والشرب والجماع فيجامعها كما يجامع أهله فى الدنيا حقبا والحقب ثمانون سنة لا منى ولا منية وكل يوم يجد مائة طعام.
Nabi SAW bersabda : Pakaian-pakaian surga memancarkan cahaya. (Di dalam surga) tiada matahari (siang), tiada malam di dalamnya dan tiada tidur karena tidur adalah saudara kematian. Dinding surga terdapat 7 pagar yang mengelilingi semua surga. Pagar pertama dari perak, pagar kedua dari emas, pagar ketiga dari batu zamrud, pagar keempat dari lu’luk (mutiara), pagar kelima dari durr (mutiara), pagar keenam dari batu yaqut, dan pagar ketujuh dari cahaya yang memancar. Jarak di antara setiap 2 dinding adalah perjalanan 500 tahun berjalan kaki. Adapun penghuni surga, maka mereka jurd (tidak berbulu) murd (tidak berjenggot), lagi bercelak mata. Orang laki-laki memiliki kumis yang tipis (hijau menunjukkan masih tumbuh), renggang, lagi wajahnya berseri-seri. Sedangkan tidaklah demikian itu bagi para wanita untuk membedakan mereka dengan para lelaki.
Di dalam khobar, sesungguhnya setiap seorang dari penghuni surga mengenakan 70 pakaian, setiap pakaian akan berubah warna dalam setiap satu jam sebanyak 70 warna. Wajahnya dapat dilihat di wajah istrinya dan wajah istrinya dapat dilihat di wajah suaminya, dada dan betis istrinya (dapat dilihat) dari dada dan betis suaminya. (Di dalam surga) mereka tidak meludah dan tidak pula beringus. Tidaklah ada satu bulu saja di tubuh mereka kecuali 2 alis, rambut kepala, dan bulu mata.
Dari Sahabat Abu Hurairah ra, demi Dzat yang telah menurunkan kitab Al-Qur’an kepada nabi-Nya, sesungguhnya penghuni surga akan semakin bertambah indah dan bagus setiap hari, sebagaimana mereka semakin bertambah muda dan pikun (tua) di dunia. Seorang laki-laki diberikan 100 kekuatan dalam makan, minum, dan jimak. Ia pun dapat menjimak istrinya sebagaimana ia menjimak istrinya di dunis selama satu huqub, satu huqub adalah 80 tahun, tiada mani dan tiada pula maniah (sperma wanita), dan setiap hari ia mendapati 100 makanan.
قال ابن عباس رضي الله تعالى عنهما فإذا أكل ولي الله من الفاكهة ماشاء واشتاق إلى الطعام أمرالله تعالى أن قدموا له الطعام فيأتونه بسبعين مائدة من در وياقوت على كل مائدة ألف صفحة من ذهب .كما قال الله تعالى }يُطَافُ عَلَيْهِمْ بِصِحَافٍ مِنْ ذَهَبٍ وَأَكْوَابٍ وَفِيهَا مَا تَشْتَهِيهِ الْأَنْفُسُ وَتَلَذُّ الْأَعْيُنُ وَأَنْتُمْ فِيهَا خَالِدُونَ{ ،وفى كل صفحة ألوان من الطعام لم تمسه النار ولم يطبخه الطباخ ولم يعمل فى قدور النحاس وغيره ولكن الله قال لها كوني فتكون بلا تعب ولا نصب فيأكل ولي الله من تلك الصحاف ماشاء فإذا شبع نزل عليه طيور الجنة كالبخاتى فى العظم فتقوم أجنحتها على رأس ولى الله وتقول كل لحما طريا يا ولي الله أنا كذا وكذا وشربت من ماء السلسبيل ومن ماء الكافور ورعيت من رياض الجنة فيشتاق ولي الله إلى لحم تلك الطيور فيأمر الله تعالى أن تقع على مائدة من أي لون شاء فتكون شواء فياكل ولى الله تعالى من لحومها ثم ترجع طيورا بإذن الله تعالى كما كانت فالجنة لا ينفد طعامها وإن أكل منه لا ينقص منه شئ نظيره فى الدنيا القرآن يتعلمه الناس ويعلمونه وهو على حاله لا ينقص منه شئ قال عليه السلام ان أهل الجنة يأكلون ويشربون ثم يخرج من أجسادهم ريح كريح المسك وهكذا الى أبد الآباد.
Sahabat Ibnu Abbas ra berkata, tatkala kekasih Allah memakan buah-buahan yang ia kehendaki dan menginginkan makanan, maka Allah Yang Maha Luhur memerintahkan agar para pelayan surga menyuguhkannya makanan. Lalu datanglah mereka kepadanya dengan membawa 70 talam (wadah makanan besar) dan 70 hidangan dari durr (mutiara) dan batu yaqut. Di atas setiap hidangan ada 1.000 piring dari emas, sebagaimana Allah Yang Maha Luhur berfirman :
يُطَافُ عَلَيْهِمْ بِصِحَافٍ مِنْ ذَهَبٍ وَأَكْوَابٍ ۖ وَفِيْهَا مَا تَشْتَهِيْهِ الْأَنْفُسُ وَتَلَذُّ الْأَعْيُنُ ۖ وَأَنْتُمْ فِيْهَا خَالِدُوْنَ
“Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas, dan piala-piala dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya” (Az-Zhuhruf : 71).
Dan di dalam setiap piring ada bermacam-macam makanan yang tidak tersentuh api, tukang masak tidak memasaknya, dan tidak dimasak di dalam periuk (guci atau kendil) tembaga dan lainnya, tetapi Allah mengatakan pada makanan itu “Jadilah”, maka makanan itu ada tanpa susah dan payah.
Lalu kekasih Allah memakan dari piring-piring itu apapun yang ia kehendaki. Tatkala ia sudah kenyang, maka turunlah burung-burung dari burung-burung surga kepadanya seperti unta besarnya. Burung-burung itu pun membentangkan sayapnya di atas kepala kekasih Allah dan berkata, “Makanlah daging yang segar. Wahai kekasih Allah, aku demikian dan demikian ini, aku meminum air Salsabil, air kapur, dan aku dipelihara dari taman-taman surga”.
Lalu kekasih Allah itu pun menginginkan daging burung-burung itu. Allah Yang Maha Luhur pun memerintahkan agar burung-burung itu hinggap di atas hidangan dari jenis manapun yang dikehendaki oleh kekasih Allah itu. Jadilah burung-burung itu panggangan, lalu kekasih Allah Yang Maha Luhur memakan dagingnya. Kemudian burung-burung itu dikembalikan seperti sedia kala dengan izin Allah Yang Maha Luhur.
Surga tidak akan kehabisan makanannya, dan meskipun ia memakannya maka tidak akan berkurang apapun dari makanan itu. Cara pandangnya (asumsinya) di dunia adalah Al-Qur’an, manusia mempelajari dan mengajarkannya sedangkan Al-Qur’an tetap berada pada keadaannya, tidak akan berkurang apapun darinya. Nabi SAW bersabda : “Sesungguhnya penghuni surga memakan dan meminum, kemudian keluarlah bau dari tubuh mereka seperti bau misik (kasturi) dan demikian ini sampai abadi selamanya”.
Wallaahu a’lam bishowab
Semoga Allaah senantiasa membimbing kita untuk selalu istiqomah dalam berbuat amal kebaikan dan senatiasa menambah dan memperkuat keimanan kita kepada Allaah Swt.
Aamiin..
Disampaikan Oleh : Al-Ustadzah Isji Nur Hidayatullah
Referensi
# tafsir kemenag
# daqoiqul akbar.




Leave a reply