مَوَدَّةُ الصَّدِيْقِ تَظْهَرُ وَقْتَ الضِّيْقِ
Kecintaan seorang teman itu tampak pada waktu sempit
Persahabatan artinya memberi tanpa mengharapkan kembali. Jika ingin menjadi teman mereka maka harus berupaya untuk menjadi teman mereka. Tunjukkan kepada mereka bahwa kita tertarik kepada mereka sebagai manusia yang memerlulakn teman untuk berinteraksi.
Dalam pertemanan atau persahabatan, janganlah mempunyai dalih bahwa kita berteman dengan mereka, nantinya mereka akan menutup segala keinginan atau keperluan kita. Dengan kata lain, pertemanan yang akan terjadi bukan atas dasar karena apa yang bisa mereka lakukan terhadap kita nanti.
Pahit rasanya jika hidup tanpa adanya teman atau sahabat, karena sahabatlah yang senantiasa dapat diajak berbagi. Sahabat sejati tidak hanya mau mengerti pada kondisi senang kita saja, malainkan juga perduli akan keterpurukan kita. A friend in need is a friend indeed.
Pada dasarnya sebuah persahabatan bisa diartikan memberi tanpa menharapkan imbalan apapun. Banyak kebijakan hebat yang bisa ditemukan dalam pepatah kuno “Jika ingin teman, jadilah teman”.
Ciri-ciri seorang sahabat yang baik bisa kita ambil contoh dari nasehat al Qomah (salah satu sahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallama) kepada anaknya sebagi berikut :
1. Pilihlah sahabat yang suka melindungi sahabatnya
2. Pilihlah sahabat yang apabila engkau mengulurkan tangan untuk memberikan jasa baik atau bantuanmu ia suka menerima dengan rasa haru dan dianggap sangat berguna, dan jika ia mengetahui keburukanmu ia suka menutupinya.
3. Pilihlah sahabat yang jikalau engkau meminta sesuatu dari padanya pasti ia memberi. Jikalau engkau diam, dia memulai menyapa dulu
4. Pilihlah sahabat yang jikalau engkau berkata baik ia sukamembenarkan ucapan dan bukan selalu mempercayainya saja.
Hati-hatilah atau tinggalkan sahabat seperti :
1. Sahabat yang tamak : ia sangat tamak, ia hanya memberi sedikit dan meminta banyak, dan dia hanya mementingkan diri sendiri.
2. Sahabat yang hipokrit : menyatakan bersahabat berkenaan dengan hal-hal lampau atau mendatang, berusaha mendapatkan simpati dengan kata-kata kosong dan jika ada kesempatan membantu ia menyatakan, tidak sanggup.
3. Sahabat pengampu : Setuju dengan semua yang kamu lakukan, benar maupun salah, memuji di hadapunmu, namun mengolok-olok di belakangmu
4. Sahabat pemboros dan suka hiburan
Semoga semua sahabat kajian yang di rahmati Allah bisa menjadi sahabat yang baik untuk sahabat maupun orang terdekat kita. Aamiin ya Rabbal Aalaamin… Mungkin hanya sedikit ini saja yang bisa kita bahas, wallahu fiy aqwamith thoriq wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ditulis oleh : Al-Ustadz Arfan Khoirun Halim




Leave a reply