Sahabat dakwah online, Ibadah qurban bukan hanya soal menyembelih hewan, tetapi juga soal bagaimana menjaga nilai dan kesuciannya dari awal hingga daging qurban sampai ke tangan penerima. Salah satu aspek penting yang sering terlupakan adalah bagaimana menjaga kehalalan daging qurban, agar ibadah ini benar-benar diterima di sisi Allah SWT.
Allah SWT berfirman:
لَنْ يَّنَالَ اللّٰهَ لُحُوْمُهَا وَلَا دِمَاۤؤُهَا وَلٰكِنْ يَّنَالُهُ التَّقْوٰى مِنْكُمْۗ كَذٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْۗ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِيْنَ..
“Daging (hewan qurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaanmu. Demikianlah Dia menundukkannya untukmu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu. Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang muhsin” (QS. Al-Hajj: 37).
Ayat ini mengingatkan kita bahwa yang Allah nilai dari qurban adalah niat dan ketakwaan kita, termasuk dalam menjaga proses pelaksanaan kurban agar tetap halal dan sesuai syariat.
Berikut beberapa hal yang perlu kita perhatikan untuk menjaga kehalalan daging qurban :
1. Pilih Hewan yang Sesuai Syarat Syariat
Kehalalan daging qurban dimulai sejak memilih hewan. Hewan harus sehat, cukup umur (minimal 1 tahun untuk kambing, 2 tahun untuk sapi), dan bebas dari cacat fisik.
Rasulullah SAW bersabda, “Empat (cacat) yang tidak boleh ada pada hewan qurban: buta sebelah yang jelas, sakit yang nyata, pincang yang tampak, dan kurus yang tidak bersumsum.” (HR. Abu Daud).
2. Penyembelihan Sesuai Tuntunan Syariat
Penyembelihan harus dilakukan oleh Muslim yang berakal, menyebut nama Allah, dan menyembelih pada bagian leher dengan alat yang tajam agar hewan tidak tersiksa.
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat ihsan dalam segala hal. Jika kalian menyembelih, sembelihlah dengan cara yang baik.” (HR. Muslim).
3. Jaga Kebersihan dan Pemisahan
Setelah penyembelihan, jaga kebersihan alat dan tempat pengolahan daging. Jangan mencampurkan daging qurban dengan daging dari sumber yang tidak jelas kehalalannya. Pastikan juga distribusinya adil dan tepat sasaran.
4. Distribusikan Sesuai Ketentuan
Daging kurban dibagi tiga: untuk yang berqurban, kerabat atau sahabat, dan fakir miskin. Dilarang menjual bagian dari hewan kurban, termasuk kulitnya.
Nabi SAW bersabda, “Barang siapa menjual kulit hewan qurbannya, maka tidak ada (pahala) kurban baginya.” (HR. Al-Hakim).
Menjaga kehalalan daging qurban adalah bentuk penghormatan terhadap ibadah yang kita lakukan. Qurban bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi bukti kepatuhan kepada Allah dan bentuk kepedulian terhadap sesama. Jika kita serius dalam menjaga kehalalan, maka insya Allah, pahala kurban akan mengalir sempurna.
Mari jadikan ibadah qurban kita lebih bermakna dengan memperhatikan semua aspek, dari niat hingga distribusi. Dengan begitu, kita tidak hanya berbagi daging, tetapi juga menebar nilai-nilai kebaikan, ketakwaan, dan keikhlasan kepada umat
Barakallahu fiikum,, semoga Allah memudahkan kita semua untuk bisa berqurban tahun ini. Amiin aamin ya Rabbal aalaamin..
Disampaikan oleh : Al-Ustadz Mochammad Rizal Nasrullah




Leave a reply