Pekan lalu telah Kita membahas bagaimana salah satu akibat dari lalai akan berbagi sebagian dari rezeki yang Kita dapatkan. Nah pada kesempatan kali ini, akan coba Kita ulas bagaimana mekanisme berbagi rezeki terhadap sesama yang diajarkan oleh Rosululloh kepada Kita semua. Dengan memahami empat mekanisme ini, harapannya Kita dapat lebih mantap secara hati bila akan melaksanakannya.
Sebagaimana telah sering Kita dengar di berbagai kajian maupun pembelajaran, tentang mekanisme berbagi sebagian rezeki ini dalam Islam terdapat empat mekanisme utama yaitu; zakat, infaq, sedekah, dan wakaf. Sebenarnya selain empat mekanisme ini, masih ada yang lainnya, namun keempat car ainilah yang paling populer selama ini. Nah pada bagian ini akan Kita ulas sedikit gambaran dari masing-masing mekanisme tersebut.
– Pertama Zakat
Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang ketiga dan memiliki makna mendalam dalam kehidupan seorang Muslim. Secara etimologis, kata “zakat” berasal dari bahasa Arab yang berarti “membersihkan” dan “pertumbuhan.” Dalam konteks ini, zakat berfungsi untuk membersihkan harta dan jiwa seseorang, serta membantu pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Ada dua jenis zakat yang utama yaitu zakat maal dan zakat fitrah. Zakat maal dikenakan pada berbagai jenis harta, seperti uang, emas, perak, dan hasil pertanian, dengan ketentuan bahwa jumlah yang dikeluarkan biasanya sebesar 2,5% dari total harta yang dimiliki setelah mencapai nisab (batas minimal). Di sisi lain, zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan menjelang hari raya Idul Fitri dengan tujuan untuk membersihkan diri dari segala kesalahan selama bulan Ramadan dan memberikan kesempatan bagi mereka yang kurang mampu untuk merayakan hari raya.
– Kedua Infaq
Berbeda dengan zakat, infaq adalah pengeluaran harta yang bersifat sukarela, tanpa ada kewajiban untuk melakukannya. Infaq dapat diberikan kapan saja dan dalam jumlah berapa pun. Dalam istilah Arab, infaq berarti “mengeluarkan” atau “membelanjakan,” dan mencakup segala bentuk pengeluaran untuk kepentingan sosial, pendidikan, kesehatan, dan kegiatan kemanusiaan lainnya.
Infaq tidak memiliki batasan yang ketat seperti zakat. Seorang Muslim dianjurkan untuk melakukannya sebagai wujud kepedulian terhadap sesama. Dengan melakukan infaq, Kita pada dasarnya telah berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat dan menciptakan ikatan sosial yang kuat. Misalnya, seorang dermawan dapat memberikan sumbangan untuk membangun pesantren, memberikan beasiswa, atau membantu biaya pengobatan seseorang yang sakit.
– Ketiga Sedekah
Sedekah adalah istilah yang paling luas di antara ketiga istilah ini. Secara umum, sedekah merujuk pada segala bentuk pemberian yang dilakukan dengan niat tulus untuk membantu orang lain, tanpa mengharapkan imbalan. Sedekah dapat berupa materi, seperti uang, makanan, atau pakaian, maupun non-materi, seperti memberikan nasihat, membantu pekerjaan, atau menyebarkan senyuman.
Tidak ada batasan waktu atau jumlah dalam sedekah. Setiap tindakan baik yang dilakukan dengan niat ikhlas dapat dianggap sebagai sedekah. Misalnya, seorang Muslim yang membantu tetangganya yang sedang kesulitan, atau yang membagikan makanan kepada yang membutuhkan, semuanya termasuk dalam kategori sedekah. Dalam ajaran Islam, sedekah sangat dianjurkan dan dianggap sebagai amal yang mendatangkan pahala besar dari Allah.
– Terakhir Wakaf
Wakaf adalah konsep dalam hukum Islam yang berarti menyerahkan harta benda untuk kepentingan umum. Harta benda yang diwakafkan tidak dapat ditarik kembali. Kata “wakaf” berasal dari bahasa Arab, yaitu waqafa yang berarti menahan, berhenti, atau diam di tempat. Adapun tujuan wakaf adalah untuk mencari pahala sebanyak-banyaknya. Manfaat wakaf dapat dirasakan oleh banyak orang, sehingga pahalanya senantiasa mengalir.
Demikian sekilas dari empat mekanisme berbagi terhadap sesama yang diajarkan oleh Rosulullah bagi umat Islam. Semoga dengan memahami ini dapat menambah keyakinan Kita dalam melaksanakan sesuai kemampuan Kita. Aminnn ya robbal alamanin…
Disampaikan Oleh : Al-Ustadz Imam Muttaqin




Leave a reply