Saat ini, dunia dipenuhi dengan kemajuan teknologi terutama melalui media sosial yang memungkinkan kita untuk melihat kehidupan orang lain secara langsung. Mulai dari kesuksesan, kebahagiaan hingga pencapaian-pencapaian besar lainnya. Tanpa kita sadari, perasaan seperti iri hati, cemburu, atau bahkan kebencian bisa muncul ketika kita menyaksikan orang lain yang tampak lebih sukses atau lebih bahagia.
Saat menghadapi situasi ini, tidak jarang kita merasa bahwa kebahagiaan atau rezeki yang dimiliki orang lain seolah mengurangi apa yang kita miliki. Hal ini sering kali menimbulkan ketidakpuasan dan kecemasan yang berkepanjangan.
Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda :
حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ مُحَمَّدٍ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ هَمَّامِ بْنِ مُنَبِّهٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيث،ِ وَلَ تَحَسَّسُوا وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا تَنَافَسُوا وَلَا تَحَاسَدُوا وَلَا تَبَاغَضُوا وَلَا تَدَابَرُوا، وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا (رواه البخاري)
Artinya :
Dari Abu Hurairah (w.57 H) bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Jauhilah prasangka buruk, karena prasangka buruk adalah ucapan yang paling dusta, janganlah kalian saling mendiamkan, janganlah suka mencari-cari isu, saling mendengki, saling membelakangi, serta saling membenci, tetapi, jadilah kalian hamba-hamba Allah SWT yang bersaudara.” (HR. Bukhari, 194 H – 256 H : 62 tahun)
Di era keterbukaan seperti sekarang terutama dengan hadirnya media sosial, kita sering kali melihat kehidupan orang lain yang tampak lebih baik, lebih sukses, atau lebih bahagia. Tanpa disadari, hal ini dapat memicu perasaan iri dan ketidakpuasan terhadap apa yang kita miliki. Kita kerap merasa bahwa keberhasilan orang lain seolah mengurangi peluang kita untuk sukses, bahkan muncul rasa cemburu terhadap pencapaian mereka.
Namun, Hadist ini mengingatkan kita bahwa perasaan hasad dan dengki hanya akan merusak hubungan antar sesama dan mengganggu kedamaian hati kita.
Allah SWT telah menetapkan rezeki untuk setiap makhluk-Nya dan setiap individu memiliki jalan serta takdir yang berbeda. Keberhasilan seseorang tidak akan mengurangi apa yang telah Allah SWT tetapkan untuk kita. Sebaliknya, dengan bersyukur atas nikmat yang kita miliki, kita akan merasakan kedamaian batin dan lebih terbuka untuk menerima rezeki yang telah Allah SWT sediakan.
Dalam Syarh Al-Bukhari karya Ibnu Hajar Al-Asqolani dijelaskan bahwa mereka yang terbebas dari hasad akan merasakan kedamaian dan keberkahan dalam hidup. Sumber kebahagiaan sejati terletak pada rasa syukur atas apa yang telah Allah SWT berikan, bukan pada apa yang dimiliki orang lain.
Perasaan hasad juga dapat membuat seseorang kehilangan fokus pada tujuan hidup yang sebenarnya. Di dunia yang penuh persaingan dan dampak dari konsumsi media sosial yang terus meningkat, kita sering kali merasa kurang dan tidak puas dengan apa yang kita miliki. Namun, ajaran Islam melalui Hadis ini mengingatkan kita untuk menjaga hati agar tetap bersih dari perasaan dengki dan lebih fokus pada perbuatan baik serta bersyukur.
Wallahu a’lam




Leave a reply