Setelah Kita coba mengupas masalah rezeki dan pekan lalu juga telah Kita bahas adanya sebuah berkah dalam berbagi terhadap sesama, lebih genap lagi bila Kita lanjutkan dengan pembahasan dalam persoalan lebih mendasar kenapa Kita harus berbagi. Selain banyaknya keutamaan dalam berbagi rezeki khususnya harta, ternyata berbagi rezeki berupa harta ini sangat banyak difirmankan Alloh dalam berbagai bentuk. Ada firman Alloh yang bersifat perintah dan ada juga yang bersifat informatif dalam bentuk kalimat kata kerja biasa.
Dari sekian banyak firman Alloh tersebut, ada salah satu yang bersifat kata perintah secara langsung kepada orang yang beriman. Sebelum perintah ini, Alloh juga terlebih dahulu memanggil khusus orang yang beriman dan mengingatkannya agar jangan sampai bila sudah mendapatkan rezeki berupa harta dan anak keturunan menjadi lalai dari mengingat Alloh. Baru setelah mengingatkan ini, Alloh memberikan perintah langsung agar membagikan sebagian rezeki berupa harta tersebut kepada orang lain.
Lebih gamblangnya mari Kita Simak firman Alloh tersebut dalam Qur’an Surat al-Munafiqun ayat 9 dan 10 berikut ini;
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُلْهِكُمْ اَمْوَالُكُمْ وَلَآ اَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِۚ وَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ ٩ وَاَنْفِقُوْا مِنْ مَّا رَزَقْنٰكُمْ مِّنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَ اَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُوْلَ رَبِّ لَوْلَا اَخَّرْتَنِيْٓ اِلٰٓى اَجَلٍ قَرِيْبٍۚ فَاَصَّدَّقَ وَاَكُنْ مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ ١٠
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah harta bendamu dan anak-anakmu membuatmu lalai dari mengingat Alloh. Siapa yang berbuat demikian, mereka itulah orang-orang yang merugi. Infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami anugerahkan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antaramu. Dia lalu berkata (sambil menyesal), “Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)-ku sedikit waktu lagi, aku akan dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang saleh.” (QS: al-Munafiqun 9-10)
Dalam ayat 9 Alloh mengingatkan Kita bahwa kesibukan mengurus harta benda dan memperhatikan persoalan anak-anak jangan sampai membuat Kita lalai dari kewajiban kepada Alloh atau bahkan tidak menunaikannya. Oleh karena itu, sepatutnya bagi Kita mempunyai perhatian terhadap persoalan harta dan kepentingan akhirat dilakukan secara seimbang.
Di sini Kita juga bida memahami letak keistimewaan dan keunggulan agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad yaitu agama Islam. Agama yang tidak menghendaki umatnya bersifat materialistis dan yang semua pikiran dan usahanya hanya ditujukan untuk mengumpulkan kekayaan dan kenikmatan dunia saja.
Sedangkan pada ayat 10, Alloh memerintahkan agar orang-orang mukmin untuk membelanjakan sebagian rezeki yang telah dikaruniakan kepadanya, khususnya berupa harta, sebagai tanda syukur atas nikmat yang telah diterima. Hal itu bisa berupa menyantuni anak-anak yatim, orang-orang fakir miskin, dan sebagainya. Hal ini merupakan bekal untuk akhirat agar dapat dinikmati di hari kemudian.
Sedangkan membelanjakan harta benda untuk kemanfaataan dunia dan akhirat sebaiknya tidak ditunda-tunda sampai datang sakaratul maut. Kita juga tidak selayaknya berandai-andai kalau-kalau umurnya masih bisa diperpanjang atau kematiannya masih bisa ditunda. Setiap Kita selayaknya membelanjakan harta bendanya (berbagi) kepada yang diridai Allah dan beramal baik sehingga dapat digolongkan bersama orang-orang yang saleh sebelum ajal tiba.
Ada hal yang sangat menyentuh dalam ayat 10 ini, Alloh menjelaskan betapa banyak orang yang menumpuk harta kekayaan lalu ajalnya tiba dan saat dalam alam kubur para ruh yang demikian menyesal. Penyelasan ruh ini dengan berkata “Seandainya Alloh memberi waktu untuk kembali ke dunia, maka saya pasti akan berbagi harta kepada orang lain”. Demikianlah Alloh menggambarkan penyesalan bagi orang yang dilalaikan oleh harta dan enggan berbagi kepada sesama.
Semoga Alloh memberikan Kita semua kekuatan untuk terus mengingatnya baik dalam keadaan lapang maupun sempit. Sekaligus memberikan karunia berupa kelapangan untuk berbagai dan menghindarkan Kita semua dari penyesalan saat ajal menjemput Kita. Amin… ya robbal alamin…
Disampaikan Oleh Al-Ustadz Imam Muttaqin




Leave a reply