Sebenarnya,
Ada banyak kebaikan di sekelilingmu.
Namun keegoisan menutup hatimu dan membuatmu tidak melihatnya.
Sebenarnya,
Kau punya banyak sahabat.
Namun kebencian membuatmu memandang mereka sebagai musuh.
Sebenarnya,
Hidupmu sudah bahagia.
Namun rasa tidak bersyukur membuatmu hidup terasa menderita.
Sebenarnya,
Pekerjaanmu sudah bagus.
Namun ambisi berlebihan membuatmu terus mengeluh dan protes.
Sebenarnya,
Kamu sudah memiliki banyak hal.
Namun keserakahan yang membuatmu merasa miskin.
Sebenarnya,
Hidup ini damai.
Namun kegelisahanmu akan takdir-Nya membuat dunia terasa bagai medan perang.
Kunci permasalahn tidak ada diluar.
Melainkan ada didalam hatimu sendiri.
Matahari yang tenggelam malam ini, adalah matahari yang sama yang terbit esok hari. Namun, pasti kau akan mengalami hari yang berbeda.
Jalani, nikmati dan syukuri apa yang telah Allah gariskan untukmu.
Sebagaimana Allah ta’ala firmankan :
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (Q.S Ibrahim :7).
Oleh : Al-Ustadz Sartono




Leave a reply