Bismillahirrahmannirrahim
وما اللذة إلا بعد التعب
“Wamaa Alladzatu Illa Ba’dat Ta’abi”
Tak Akan Ada Kenikmatan Kecuali Setelah Bersusah Payah
Seringkali kita berkhayal akan hal-hal yang nikmat. Misalnya, membayangkan kesuksesan menjadi orang sholeh, kesuksesan anak kelak, kebahagiaan dunia dan akhirat. Namun, hal itu hanya sebatas dalam khayalan tanpa diimbangi dengan usaha serta doa.
Bagaimana membayangkan kesuksesan yang tinggi, jika untuk hal kecil saja terkadang kita malas. Ingin kenyang, namun enggan mencari makanan, ingin punya makanan namun enggan mencari bahannya. Ingin panen, namun tak mau menanam, ingin kaya namun tak mau berniaga, ingin surga namun tak mau beribadah, ingin menjadi qori namun tak mau belajar mengaji.
Jerih payah merupakan harga yang harus dibayar dari setiap kehendak yang ingin kita capai. Hanya orang-orang yang bersedia berjerih payah yang dianugerahi piala kesuksesan. Bekerja adalah bergerak, sedangkan bergerak adalah kunci dari setiap kehidupan. Matahari terus bergerak di garis edarnya. Rembulan dengan indah datang dan pergi dalam perputaran yang tiada henti. Seluruh anggota alam raya bergerak, begitu pula dengan hewan-hewan di muka bumi.
Seekor singa tak akan pernah kenyang jika hanya duduk termenung membayangkan makanannya. Ia harus bangun, berdiri, bahkan berlari untuk mengejar target buruannya. Berlaripun tak cukup, harus dengan segala teknik kelincahan hingga dapat menguasai targetnya, bahkan berkelahi dengan buruannya. Tak cukup hanya berkelahi saja, karena sebelum memangsanya haruslah ia mengalahkan dulu, baru membunuh, lalu memakannya.
Seekor nyamuk tak akan kenyang, bila hanya diam saja dalam sarangnya. Ia harus terbang mencari sasarannya, maka untuk bisa terbang ia harus berlatih bagaimana konsep penerbangan yang baik. Setelah mampu, barulah ia mencari sasaran yang kira-kira aman untuk dihinggapinya. Apakah ia akan menghinggapi mangsa yang sedang sadar? Kadang ya dan kadang yang tidak sadar. Saat memangsa bahkan ada ancaman yang mengintainya, yaitu tepukan tangan dari mangsa. Maka nyamuk perlu juga kepiawaian dalam menghindari tepukan tanga mangsa.
Begitupun kita sebagai hamba Allah, yang cita-citanya adalah menggapai ridho-Nya, dengan 5 rukun Islam dan 6 rukun iman kita bisa menggapainya. Maka mari kita gapai dengan kesungguhan dalam berjerih-payah mengamalkan 2 hal (islam dan iman) tersebut.
Barakallahu fiikum, semoga bermanfaat
Oleh : Al-Ustadz Arfan Khoirun Halim




Leave a reply