Bismillahirrahmannirrahim,,
Kehidupan ini sebagaimana Kita rasakan bukanlah sebuah garis lurus yang bebas hambatan. Akan ada banyak tantangan yang Kita hadapi dalam proses mencapai masa depan yang diinginkan. Orang-orang yang penuh harapan percaya bahwa ada banyak jalan menuju tujuan yang diinginkan, namun tidak satupun dari jalan tersebut yang bebas hambatan.
Kehidupan ini memang tidak akan selalu berjalan mulus. Ada kalanya Kita merasakan beban yang teramat berat dari masalah-masalah yang tidak tahu kapan akan selesai. Menanggung beban yang berat, pastinya akan membuat seseorang merasa semakin melemah. Bahkan tidak jarang dari Kita merasa buntu dan sulit menemukan jalan keluar saat dalam kondisi tertekan. Kondisi ini sering Kita sebut dengan istilah stres.
Rasa stres yang menghinggapi seseorang merupakan hal yang normal untuk dialami dalam kehidupan. Namun demikian, tekanan yang terus menerus juga akan menimbulkan bahaya dan dapat membuat seseorang mengalami berbagai masalah dan dapat mengganggu aktivitas hidupnya.
Dalam ilmu Kesehatan cara utama mengatasi stres adalah mencari tahu penyebab stres yang muncul. Dengan begitu, Kita bisa mengupayakan jalan keluarnya. Kalau masalah penyebabnya bisa diselesaikan, stres juga dengan sendirinya dapat teratasi. Di antara cara yang umum dalam ilmu Kesehatan adalah dengan;
1. Membicarakan keluhan dengan seseorang yang dapat dipercaya.
2. Melakukan kegiatan yang sesuai dengan minat dan kemampuan.
3. Mengembangkan hobi yang bermanfaat.
4. Meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri pada Tuhan.
5. Selalu berpikiran positif.
6. Menenangkan pikiran dengan relaksasi.
Stress yang mengakibatkan hati dan jiwa terus gelisah bukan saja dirasakan oleh orang-orang miskin tetapi juga oleh orang-orang kaya secara materi. Dalam Islam salah satu solusi untuk menghilangkan perasaan tidak tenang dan tidak nyaman adalah dengan berzikir mengingat Allah yang bisa diartikan secara luas.
Hal ini yang dijelaskan Allah dalam al-Qur’an Surat Ar-Ra’d ayat 28 sebagai berikut;
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
Artinya: “Orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.”
Pada hakikatnya, orang yang sedang berdzikir itu artinya ia sedang berhubungan dengan Allah. Dzikir merupakan prinsip dan pijakan awal bagi siapapun yang hendak berjalan menuju Allah. Berdzikir untuk memperoleh pengetahuan hakekat yang merupakan peran zikir dalam hati. Hati manusia pada dasarnya layaknya air kolam yang teraliri beberapa sumber air. Dzikir kepada Allah merupakan hiasan, yang merupakan syarat bagi menuju jalan Allah. Di sisi lain dzikir bisa menjadi pembuka alam ghaib, penarik kebaikan dan bermanfaat untuk membersihkan hati.
Syaikh Ibul Qayyim al-Jauziyah telah menyebutkan manfaat zikir dalam kitabnya, al-Wabil ash-Shayyib di antara manfaat dzikir yang begitu agung. Menurut Ibnul Qayyim, dzikir dapat mendatangkan kebahagiaan, kegembiraan, dan kelapangan bagi orang-orang yang melakukannya, serta dapat melahirkan ketenangan dan kententraman di dalam hati orang yang melakukannya.
Dalam implementasinya, dzikir dapat dilakukan dengan rangkaian proses untuk mengingat Allah. Mengingat dengan melafalkan kalimat-kalimat tauhid secara lisan, direnungkan dan diselami kedalaman maknanya, lalu menanamkannya ke dalam hati. Oleh karena itu, dalam pemaknaan ini, dzikir sangat beragam dan variatif. Dzikir secara lisan misalnya dapat dilakukan dengan membaca Qur’an, tahmid, tasbīh, dan kalimat ṭayyibah dan lain-lain. Sedangkan untuk dzikir perenungan (‘aqliyyah) dapat dengan merenungkan segenap kebesaran Allah yang memenuhi semesta ini. Inilah yang bisa dilakukan sebagaimana penenang jiwa stress dalam ilmu medis di awal pembahasan di atas.
Semoga Allah selalu memberikan ketenangan dalam setiap detik kehidupan Kita… Aamiin aamiin ya Rabbal Aalamiin…
Oleh : Al-Ustadz Imam Muttaqin




Leave a reply