عَن مُعَاذِنِ الجُهَنِيِ رَضَي اللٌهُ عَنَهُ قَالَ:قَالَ رَسُولُ اللٌه صَلَي اللٌهَ عَلَيهِ وَسَلَمَ مَنَ قَرَأ القُرانَ وَعَمِلَ بِمَافِيهِ اُلُبِسَ وَالِدَاهُ تَاجًا يَومَ القَيِامَةِ ضَووُهَ اَحسَنُ مِنُ ضَوءِ الشٌمسِ فيِ بُيُوُتِ الدٌنَيا فَمَا ظَنٌكُم بِالَذِيُ عَمِلَ بِهذَا
(رواه احمد وابو داوود ووصححه الحاكم)
Dari Mu’adz al Juharni RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “barangsiapa membaca Al-Qur’an dan mengamalkan apa yang terkandung di dalamnya, maka kedua orang tuanya akan dipakaikan mahkota pada hari Kiamat yang cahayanya lebih terang daripada cahaya matahari seandainya berada dirumah-rumah kalian di dunia ini. Maka bagaimana menurut perkiraan kalian mengenai orang yang mengamalkannya?” (Hr. Ahmad dan Abu Dawud)
Berkah dari membaca dan mengamalkan Al-Qur’an adalah orang tua pembaca akan dipakaikan mahkota pada hari kiamat yang cahayanya melebihi cahaya matahari seandainya matahari itu berada didalam rumah kita. Matahari yang jaraknya jauh saja begitu terang sinarnya. Apalagi jika matahari itu berada di dalam rumah, tentu akan lebih terang dan berkilauan. Namun cahaya mahkota bagi orang tua pembacaAl-Qur’an dan mengamalkan isinya akan lebih terang daripada sinar matahari yang berada di dalam rumah.
Jika orang tua pembaca Al-Qur’an saja akan mendapatkan pahala demikian tinggi, maka tidak dapat kita bayangkan ketinggian pahala bagi pembacanya itu sendiri? Apabila orang yang menjadi perantara saja demikian tinggi derajatnya, apalagi orang yang melakukannya sendiri, tentu akan memperoleh derajat yang lebih tinggi lagi. Orang tuanya mendapatkan pahala tersebut karena dialah yang telah melahirkannya dan mendidiknya.
Adanya matahari di rumah dalam hadits diatas menunjukan maksud yang sangat halus; bahwa seandainya matahari itu dekat, tentu cahayanya semakin terasa. Dan setiap sesuatu yang selalu ada didekat kita akan menumbuhkan kecintaan yang mendalam terhadapnya. Matahari, karena jauh jaraknya menjadi asing bagi kita. Namun jika setiap saat selalu didekat kita, timbullah keakraban dan kecintaan. Oleh sebab itu, selain ada isyarat keutamaan cahaya mahkota juga ada isyarat tentang kecintaan. Setiap orang mendapatkan manfaat sinar matahari, namun jika manfaat itu diberikan kepada seseorang, tentulah hal itu merupakan kebanggaan bagi pemberinya.
Hakim meriwayatkan dari Buraidah r.a. bahwa Nabi SAW bersabda, “Barangsiapa yang membaca Al-Qur’an dan mengamalkannya, maka akan dipakaikan kepadanya sebuah mahkota yang terbuat dari Nur (cahaya). Dan kedua orang tuanya akan dipakaikan dua pasang pakaian yang sangat indah tiada bandingnya di dunia ini. Orang tuanya akan bertanya kepada Allah, “Ya Allah, mengapa kami diperlakukan seperti ini?” Allah menjawab, “Ini adalah pahala bacaan Al-Qur’an anakmu.”
Dalam kitab Jam’ul Fawa’id terdapat sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Thabrani dari Anas r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa mengajarkan anaknya membaca Al-Qur’an, maka dosa-dosanya yang akan datang dan yang telah lalu akan diampuni. Dan barangsiapa mengajarkan Al-Qur’an pada anaknya sehingga menjadi hafizh Al-Qur’an, maka pada hari Kaimat ia akan dibangkitkan dengan wajah yang bercahaya seperti cahaya bulan purnama, dan dikatakan kepada anaknya, “Mulailah membaca Al-Qur’an!” Ketika anaknya mulai membaca satu ayat Al-Qur’an, maka ayahnya dinaikkan satu derajat, demikian terus ditinggikan derajatnya hingga tamat bacaannya.”
Demikian keutamaan bagi orang tua yang mengajari anaknya membacaAl-Qur’an.
Kita sebagia orang tua mempunyai kewajiban mendidik, memebimbing anak anak kita, dan mengantarkan pada kehidupan yang di ridhoi Allaah di dunia sampai akhirat kelak, yang mana Nabi Allaah Muhammad SAW juga telah menerangkan dalam sabda beliau :
كلكم راع وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِه
“Setiap kamu adalah pemimpin, dan setiap kamu akan ditanya tentang kepemimpinannya.”
Setiap orang akan ditanya, sejauhmana ia telah mengajarkan agama pada anak anak yang merupakan amanat dari Allaah SWT.
Semoga kita semuanya diberikan kekuatan untuk selalu menjalankan kewajiban kita sebagai orang tua yang bisa mendidik anak anak kita pada ketaatan kepada Allaah SWT.
Aamiin..
Maroji’ : Kitab Fadhoilul A’mal
Disampaikan Oleh : Al-Ustadzah Isji Nur Hidayatullah




Leave a reply