Bismillahirrahmannirahim
Didalam sembahyang ada beberapa langkah yang harus kita lakukan, mulai dari bersuci, berpakaian, memilih tempat, itu semua hal yang biasa dan mudah kita lakukan.
Sekarang isinya ; di dalam berwudlu ada niat dan berdo’a di hati, memohon bersih anggota tubuh, dan hati dari segala dosa.
Setelah itu bersembahyang.
Artinya dalam sembahyang itu betul-betul berpusat, menghadap ( Tawajjuh ) kepada ALLAH SWT. Isinya kita betul- betul Menghadap, Melapor, Mengadu, Memohon, Berdo’a, Minta ampun, Minta barakah, Minta sehat, Minta rizqi, Minta bahagia, itu semua sudah tercakup dalam seluruh bacaannya.
Seandainya kita tidak mengerti betul arti bacaan-bacaan didalam Sembahyang, Yakinlah bahwa Allah pasti sudah mengerti.
Sedapat mungkin, waktu kita sembahyang itu penuh dengan isi. Paling tidak waktu Takbiratul-Ihrom yakin kita di hadapan Allah SWT.
Makna Allahu Akbar , Allah Yang Maha Besar, dengan perasaan selain Allah kita tinggalkan, Selain Allah Ashgor . Seandainya belum mungkin, Yaa,, sebagian saja dulu. Dan seterusnya di latih memenuhi isi itu sedikit demi sedikit sampai penuh.
Kalau sudah seperti tersebut diatas akan terasa nikmatnya Sembahyang. Sesudah sembahyang beban hati menjadi ringan, jiwa menjadi tenang, dan terasa benar nikmat, berisi Halawatus Shalah (kenikmatan ketika shalat).
قُلْ إِنَّ صَلَاتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ
Artinya: Katakanlah, Sesungguhnya Shalatku, Ibadahku, Hidupku dan Matiku Hanyalah Untuk Allah, Tuhan Semesta Alam.
Kalau kita sudah merasakan nikmat dan berisi Sembahyang kita, Sembahyang lima waktu pasti terasa kurang, maka bersembahyang lagi dengan sembahyang sunnat lainnya. Barakallahu fiikum
Marilah kita berdo’a semoga kita dapat menjalankan itu semuanya, dengan penuh ketakwaan, supaya dalam menjalankan Sembahyang terasa ringan dan berisi.
Mudah- mudahan seluruh amal ibadah kita diterima dan di ridhoi Allah SWT.
Aamin, Aamin ya Rabbal Aalamin..
Oleh : Al-Ustadz Sartono




Leave a reply