Setelah pekan lalu Kita bahas tentang zakat secara lebih detail, kali ini coba Kita lanjutkan tentang waktu pelaksanaan pengeluaran zakat. Secara umum, zakat dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu zakat maal dan zakat fithrah.
Zakat maal merupakan salah satu kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap muslim yang memiliki harta dan telah mencapai nishab atau batas minimum tertentu. Zakat maal sendiri memiliki waktu pengeluarannya yang dianjurkan oleh syariat Islam agar dapat mengoptimalkan pahala dari kewajiban tersebut. Lalu, kapan waktu yang paling utama untuk menunaikan zakat maal?
Menurut banyak ulama, waktu yang paling utama untuk menunaikan zakat maal adalah pada bulan Ramadan. Hal ini didasarkan pada Hadist yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud dan Tirmidzi dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda: “Zakat fitrah itu wajib dikeluarkan sebelum orang-orang keluar untuk shalat idul fitri, sedangkan zakat maal wajib dikeluarkan pada saat harta telah mencapai nishab dan telah berlalu satu tahun hijriah.”
Dalam hadis ini, terlihat jelas bahwa Rasulullah menekankan agar zakat maal dikeluarkan setelah mencapai nishab dan telah berlalu satu tahun hijriyah. Hal ini dikarenakan zakat maal diberikan untuk membantu saudara-saudara muslim yang membutuhkan dan juga untuk membersihkan harta dari segala bentuk dosa dan keburukan.
Melihat realitas metode pembukuan secara umum menggunakan kalender masehi, maka dapat dipertimbangkan pengeluaran zakat secara cicilan berdasarkan riwayat tahun-tahun sebelumnya. Artinya pengeluaran zakat maal tidak harus saat bulan Ramadhan saja.
Dari Hadist di atas juga sangat jelas, bahwa selain pada bulan Ramadan, waktu yang paling utama untuk menunaikan zakat maal adalah saat terdapat kebutuhan yang mendesak dari saudara-saudara muslim yang membutuhkan. Sebab, zakat maal merupakan instrumen sosial untuk membantu meringankan beban saudara-saudara muslim yang sedang mengalami kesulitan.
Maka dari itu, sebaiknya zakat maal ditunaikan secepatnya jika memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan atau dengan kebijakan sendiri berdasarkan riwayat laporan keuangan yang dimiliki. Adapun untuk penyempurna tahunannya bisa ditunaikan saat bulan Ramadhan. Dengan menunaikan zakat maal pada waktu yang paling utama, akan terasa lebih bermakna dan memberikan keberkahan dalam kehidupan.
Dalam menjalankan kewajiban zakat maal, selain memperhatikan waktu pembayaran, sebaiknya juga memperhatikan nishab dan jenis harta yang wajib dizakati. Untuk hal ini bisa kilas balik di materi pekan lalu. Dengan memahami dan mengamalkan seluruh ketentuan zakat maal yang telah ditetapkan, diharapkan setiap muslim dapat mengoptimalkan pahala dari ibadah zakat maal dan mendapatkan keberkahan dalam kehidupannya
Sedangkan untuk zakat fitrah, insya Alloh akan Kita ulas lebih detail lagi di pekan yang akan datang. Terlebih pekan yang akan datang Kita sudah memasuki bulan Ramadhan. Bulan di mana kewajiban zakat fitrah tersebut ditunaikan. Semoga dengan mengerti hal-hal ini dapat menambah kemantapan hati Kita dalam melaksanakan perintah-perintah Alloh yang terkait dengan berbagi terhadap sesama. Aminnn ya Robbal Alamin….
Disampaikan Oleh : Al-Ustadz Imam Muttaqin




Leave a reply