Assalamu’alaikum wr wb.
Sahabat kajian online ROSYA yang dirahmati Allaah SWT, sebangaimana yang kita kita ketahui bahwa Al-Qur’an adalah sumber pahala yang amat besar bagi para pembacanya, namun disisi lain ternyata bisa juga menjadi sumber datangnya hinaan dari Allaah SWT, kenapa? Jawabannya ada pada perilaku pembaca itu sendiri. Keterangan ini bisa kita ambil dari sabda Nabi SAW, maupun dari Al-Qur’an itu sendiri , diantaranya sebagai berikut, Nabi Allaah bersabda :
عَن عُمَرَ بنِ الخَطٌاَبِ رَضَي اللٌهُ عَنهُ قَالَ: قَالَ رَسُولٌ اللٌهُ عَلَيهِ وَسَلٌمَ اِنَ اللٌهَ يَرفَعُ بِهذَ االكتَاِبِ اَقَوامًا وَيَضَعُ بِه اخَرِينَ
(رواه مسلم)
Dari Umar r.a berkata bahwa Rasulullah SAW. Bersabda, “Allah mengangkat derajat berapa kaum melalui kitab ini (Al-Qur’an) dan Dia merendahkan beberapa kaum lainnya melalui kitab ini pula.” (Hr. Muslim)
Barang siapa yang beriman dan beramal dengan al-Qur’an, niscaya Allah akan mengangkat derajatnya dan memuliakannya di dunia dan di akhirat. Dan siapa saja yang tidak beramal dengan al-Qur’an, maka Allah pasti menghinakannya. Allah SWT berfirman dalam al-Qur’an,
…يُضل به كثيراً ويهدي به كتيراً….
“….dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah dan (dengan perumpamaan itu pula) banyak orang yang diberiNya petunjuk…” (Qs. Al Baqarah [2] : 26)
Firman lainya:
وننزل من القران ما هو شفا ء ور حمة للمو منين ولا يز يد الظلمين الا خسا را…
“dan Kami turunkan dari al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, dan al-Qur’an itu tidak menambah bagi orang-orang yang zhalim selain kerugian.” (Qs. Al Isra [17]: 82)
Ulama mengatakan bahwa jika seseorang mulai membaca satu surat dalam al-Qur’an, maka malaikat mulai memohonkan rahmat untuknya dan mereka akan terus dalam keadaan berdoa untuknya sampai ia selesai membacanya. Tetapi ada pula seseorang yang mulai membaca suatu surat dalam al-Qur’an, namun malaikat mulai melaknatnya sampai ia selesai membacanya.
Menurut sebagian ulama, terkadang ada seseorang membaca al-Qur’an tetapi tanpa disadari ia telah memohon laknat untuk dirinya sendiri terus menerus, misalnya ia membaca ayat al-Qur’an yang berbunyi:
ألا لعنةُ الله علىَ الظَّالمينَ
“Ingatlah laknat Allah (ditimpakan) ke atas orang-orang yang zalim.” (Qs.Hud [11]:18) Sementara ia sendiri berbuat zhalim, maka laknat Allah pun menimpanya.
Atau ayat lain yang berbunyi:
لعنة الله علي ا لكاذبين …
“…..laknat Allah (ditimpakan) ke atas orang-orang yang berdusta.” (Qs. Ali Imran [3]:61) Sedangkan ia sendiri suka berdusta, maka ia pun terkena laknat itu.
Amir bin Watsilah r.a. menceritakan bahwa Umar r.a. telah mengangkat Nafi’ bin Abdul Haris sebagai walikota Makkah Mukharamah. Suatu ketika Umar bertanya kepada Nafi”, “Siapakah yang dijadikan Pengurus kawasan kawasan hutan?” “Ibnu Abza r.a., “jawab Nafi’. Umar r.a bertanya lagi, “Siapakah Ibnu Abza itu?” Nafi menjawab, “Ia adalah seorang hamba sahaya.” Umar r.a. bertanya, “Mengapa engkau mengangkat seorang hamba sahaya sebagai pengurus?” Nafi’ menjawab, “Ia adalah hamba sahaya yang senang membaca al-Qur’an.” Mendengar jawaban itu, Umar r.a. langsung menyebutkan sabda Rasulullah saw.,
“Melalui al-Qur’an, Allah menghinakan banyak orang dan mengangkat derajat banyak orang.”
Semoga kita semua termasuk orang orang yang diangkat derajad kita disisi Allaah lewat Alquran yang kita baca sehari hari…
Aamiin..
Wassalaamualaikum wr wb.
Wa baarokallaahu fii kum
Disampaikan Oleh : Al-Ustadzah Isji Nur Hidayatullah




Leave a reply