Bismillahirrahmannirrahim..
Dalam Kitab Al-Hikam Pasal 5 :
اِجْتِهَادُكَ فِيمَا ضُمِنَ لَكَ، وَ تـَقْصِيْرُكَ فِيمَا طُلِبَ مِنْكَ، دَ لِيلٌ عَلَى انـــْطِمَاسِ الْــبَصِيْرةِ مِنْكَ
“Kesungguhanmu pada apa-apa yang telah Alloh jamin bagimu, dan kelalaianmu pada apa-apa yang Alloh tuntut darimu, merupakan bukti atas lenyapnya bashirah darimu!”
Syarah
Bashirah adalah istilah teknis agama untuk “mata hati” yang memiliki fungsi spesifik. Di dalam Al-Quran terdapat banyak kata tentang “bashirah”, misalkan dalam Surah Al-Israa’ [17]: 72 dikatakan, “Dan barangsiapa yang buta (a’maa) di dunia, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta dan lebih tersesat jalannya”. Atau dalam ayat lain disebutkan:
خَتَمَ اللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ وَعَلَىٰ سَمْعِهِمْ وَعَلَىٰ أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ
Allah telah mengunci-mati qalb-qalb mereka dan telinga-telinga mereka, dan bashirah-basirah mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat. —Q.S. Al-Baqarah [2]: 6
Bashiroh adalah pandangan hati yang mampu melihat hakikat kehidupan di dunia, tajamnya bashiroh akan menjadikan seseorang tidak terombang ambing dalam menjalani kehiduoan, dia tahu persis apa yang harus dia kerjakan dan apa yang tidak perlu dia kerjakan, mana yang menjadi wilayah Alloh terhadap hamba-Nya dan mana yang menjadi wilayah dirinya sebagai seorang hamba Alloh.
Kesungguhan kita dlm mengerjakan apa yang telah Alloh jamin dalam kehidupan kita, dan kelalaian kita dalam mengerjakan apa yang Alloh perintahkan kepada kita, adalah tanda butanya mata hati kita.
Saudara…. Mari kita tajamkan bashiroh kita… Agar gemerlapnya kehidupan dunia tidak menyilaukan dan menipu pandangan kita.
Wallohu A’lam
Oleh : Al-Ustadz Luthfi Dzunurrohman




Leave a reply