Bismillahirrahmannirahim
من طلب أخا بلا عيب بقي بلا أخ
Man Thalaba Akhon Bila Aibin Baqiya Bila Akhin
“Barangsiapa Mencari Teman yang Tak Beraib Maka Tidak Akan Pernah Kendapatkannya”
خير الأصحاب من يدلك على الخير
Khairul Ashkhabiy Man Yadulluka ‘Alal Khairi
“Sebaik-baik Teman Adalah yang Menunjukkanmu Kepada Kebaikan”
Dalam pertemanan kita tidak pilih-pilih. Kita harus berteman kepada siapa saja tanpa memandang kedudukan dan status sosial karena memang tidak ada teman yang sempurna. Berteman artinya kita mencari mitra untuk saling melengkapi. Karena setiap orang itu pasti mempunyai kelebihan dan kekurangan. Ketika kita mempunyai kelebihan maka berbagilah kepada orang lain. Ketika mempunyai kekurangan maka sahabat kita yang bisa membantu kekurangan.
Memiliki teman baik adalah impian semua orang. Tak satupun manusia sudi memiliki sahabat yang rela memakan sahabatnya sendiri. Namun kenyataannya tidak jarang orang salah kaprah dalam memaknai teman baik.
Ada sebagian mereka berpendapat bahwa teman baik adalah teman yang se iya – se kata. Artinya siap membantu dan mendukung dalam segala hal. Ada lagi yang mendefinisikan bahwa teman baik adalah teman yang setia dalam suka maupun duka.
Apapun definisi yang digunakan dalam memaknai teman baik itu sah-sah saja, karena setiap orang pasti memiliki alasan tertentu mengapa ia memiliki pemahaman yang demikian. Namun sebagai muslim, kita haruslah memiliki pemahaman yang pas, yang sejalan dengan ajaran Islam. Sebab, tidak semua pengertian mengenai teman baik itu berbanding lurus dengan ajaran agama Islam.
Islam memiliki rambu-rambu yang kelas dalam memaknai teman baik dan buruk. Sebab itu, belum tentu teman yang katanya se iya dan se kata adalah teman baik menurut pandangan Islam. Karena, terlebih dahulu akan ditinjau dalam hal apa mereka menerapkan definisi ini. Ketika mereka menegakkan dalam hal amar ma’ruf nahi munkar maka Islam membenarkannya. Tetapi ketika hal itu dalam masalah kekufuran dan kejahatan, tentu hal ini tidak dibenarkan. Allah Berfirman : “Dan saling membantulah kalian dalam hal kebaikan dan janganlah kalian saling membantu dalam keburukan” Al Maidah : 2
Karenanya, jangan sampai kita terkecoh dengan alasan teman akrab, kitapun rela membantu teman kita dalam hal kejahatan dan keburukan. Justru seharusnya kita sebagai teman atau sahabat yang baik, kita ingatkan dia agar membatalkan rencananya sehingga kita dan teman kita bersama-sama masuk ke dalam surga Allah kelak. Wallahu a’lam bish shawab.
Ditulis oleh : Al-Ustadz Arfan Khoirun Halim




Leave a reply