Apabila ada saudara, teman, yang pernah kita tolong, yang telah kita beri jasa, yang telah kita didik, dan seterusnya, kemudian saudara, teman, itu tidak berterima kasih, tidak mengakui jasa kita malah bersikap kurang baik kepada kita, bahkan berusaha menjatuhkan diri kita, berpihak kepada orang yang memusuhi kita…. Ketahuilah, bahwa itu semua ujian bagi kita, Sampai dimana keikhlasan kita, samapi dimana keimanan kita.
Untuk itu, kita harus bersabar, tingkatkan keikhasan kita,, Ikhas langsung kepada Allah.
Pamrih semata mata kepada Allah dengan berdo’a boleh; bahkan di perintahkan, dan sudah merupakan ibadah.
Kita dengan berdo’a berarti kita sudah beriman dan percaya. Didalam berdo’a dan beramal mohon pahala, jangan hanya mengharapkan balasan duniawi. Ababila keikhlasan kita hanya mengharapkan dunia itu keliru, karena kita tidak mempercayai balasan akhirat serta kita tidak beriman pada akhirat.
Dalam Al Qura’an surat Asy-Syura ayat 20, dijelaskan kita bisa mendapatkan kedua balasan, di dunia maupun di akhirat.
مَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الأَخِرَةِ نَزِدْ لَهُ فِي حَرْثِهِ وَمَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الدُنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهاَ وَمَا لَهُ فَي الاَخِرَةِ مِنْ نَصِيبٍ
“Barang siapa yang menghendaki keuntungan diakhirat, akan kami tambah keuntungan itu baginya, dan barangsiapa yang menghendaki keuntungan dunia, kami berikan kepadanya sebagian keuntungan dunia, dan tidak ada baginya satu bagianpun di akhirat.”
Garis besarnya, kita utamakan niat keikhasan kita kepada Allah, Supaya mendapat balasan di akhirat. Memang di antara kita ada yang berkata bahwa “Tidak ada sesuatu perbuatan tanpa pamrih” dan meduduh kita mengharapkan balasan duniawi, Misalkan kita bertemu dengan yang seperti itu, tidak usah heran.
Itulah perbedaan mereka dengan kita,
Keikhlasan yang lebih tinggi, Iklhas tanpa pamrih selain kepada Allah. Jadi boleh pamrih hanya kepada Allah.
Sebetulnya tidak perlu lagi ada keraguan tentang adanya balasan dari amal keikhasan kita,, Mereka yang tidak beragama Islam saja, dapat mempercayai “Undang-undang Karma” yang maknanya bahwa tiap perbuatan ada balasannya,,,
Maka dari itu, kita harus percaya tentang balasan dari Keikhlasan kita, Dengan Jiwa Keikhlasan yang kuat, kita tidak akan merasa malas, dan ragu dalam beramal.
Semoga Allah menolong kita. Memberi Petunjuk. Dan meridhoi seluruh usaha kita,,,
Aamiiin Aamiin Ya Rabbal Aalaaminn
Disampaikan oleh : Al-Ustadz Sartono




Leave a reply