Waktu merupakan anugerah tuhan yang sangat besar dan patur untuk di syukuri. Sebagian di antara waktu tersebut ditetapkan oleh tuhan sebagai wadah bagi seorang insan untuk mendulang pahala yang lebih besar karena keistimewaan dan kemuliaan pada waktu Tersebut. Tuhan menetapkan ada waktu-waktu tertentu yang di dalamnya terdapat keistimewaan dan kemuliaan seperti malam lailatul qadar, malam jum’at, hari arafah, idul fithri, idul adha dan lain sebagainya.
Di dalam Al-Quran Allah SWT banyak sekali bersumpah demi waktu, misalnya demi waktu fajar (wal fajri), demi waktu dhuha (wadh dhuha), demi waktu siang (wan nahari), demi waktu ashar (wal ashri), dan demi waktu malam (wal laili). Ini menunjukkan pentingnya waktu-waktu tersebut bagi manusia dalam pemanfaatannya untuk melaksanakan ibadah dan amal kebajikan
Diantara dalil Keberkahan Waktu dalam Perspektif Islam dapat dilihat dalam beberapa ayat Al-Qur’an. Di antaranya surat Al-Ashr : 1-3
والعصر ان الإِنْسَانَ لَفِي خُسْر الا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّلِحَتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ، وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
Artinya : “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, beramal saleh, dan saling menasihati dalam kebenaran serta kesabaran.” (QS. Al-Asr: 1-3)
Waktu merupakan anugerah yang terbatas, sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Furqan: 62
وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ الَّيْلَ وَالنَّهَارَ خِلْفَةً لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يَذَّكَّرَ أَوْ أَرَادَ شُكُورًا
Artinya : “Dan Dia (Allah) menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau yang ingin bersyukur:” (QS. Al-Furqan: 62)
Dalam sebuah Riwayat dari Ibn Abbas RA, diterangkan dari Rasulullah SAW terkait urgensi waktu bagi manusia:
اعْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَ صِحْتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَ غِنَاكَ قَبْلَ فَقُرِكَ وَ فَرَاغَكَ قَبْلَ شَغْلِكَ وَ حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ
Artinya : “Manfaatkanlah lima perkara sebelum tiba lima perkara : masa mudamu sebelum datang masa tuamu, waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, masa kayamu sebelum datang masa miskinmu, waktu luangmu sebelum datang waktu sibukmu, dan hidupmu sebelum datang kematianmu”. (HR. Al-Hakim dan Al-Baihaqi)
Salah satu nikmat terbesar yang dianugerahkan oleh Allah SWT kepada umat-Nya adalah bulan Ramadhan. Bulan Ramadhan merupakan bulan yang dipenuhi dengan keberkahan, maghfirah, serta pembebasan dari api neraka. Sayangnya, sering kali manusia tidak menyadari betapa berharganya waktu di bulan Ramadhan ini dan bagaimana mengelolanya dengan baik agar memperoleh manfaat maksimal selama bulan suci ini.
Manajemen Spiritual dalam Ibadah Ramadhan agar ibadah Ramadhan dapat memberikan dampak yang lebih signifikan, diperlukan pengelolaan waktu yang baik. Berikut adalah beberapa langkah manajemen waktu kaitannya dengan pengembangan religiusitas yang dapat diterapkan:
1. Mengalokasikan Waktu untuk Ibadah Wajib dan Sunnah
a. Menghindari kesibukan duniawi yang berlebihan sehingga tidak melalaikan shalat lima waktu
b. Memperbanyak shalat sunnah seperti tahajud, dhuha, dan tarawih.
c. Mengoptimalkan waktu untuk tilawah Al-Qur’an, mengingat bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an (QS. Al-Baqarah: 185).
2. Mengoptimalkan Waktu Sahur dan Berbuka
a. Sahur adalah waktu yang penuh berkah (HR. Bokhari & Muslim)
b. Memanfatkan waktu sebelum berbuka untuk berdoa, sebab doa orang yang berpuasa sangat mustajab. (HR. Ahmad)
3. Menghindari Aktivitas yang Mengurangi Keberkahan Waktu
a. Menjauhkan diri dari ghihah, dasta, serta aktivitas yang tidak bermanfaat
b. Fokus pada amal kebaikan, seperti bersedekah dan membantu sesama.
4. Menjadikan Malam Lailatul Qadar sebagai Puncak Ibadah
a. Allah berfirman: “Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan. (QS. Al-Qadr : 3)
b. Rasulullah menganjurkan untuk meningkatkan intensitas ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadhan. (HR. Bukhari & Muslim).
Datangnya bulan Ramadan merupakan waktu yang istimewa bagi umat Islam di mana mereka berpuasa dari fajar hingga terbenamnya matahari, meningkatkan ibadah, dan memperdalam hubungan spiritual dengan Allah SWT. Mengatur waktu selama Ramadan adalah kunci untuk memaksimalkan ibadah dan menjaga kesehatan serta produktivitas. Dengan merencanakan dan mengatur waktu dengan bijak, kita dapat menjalani Ramadan dengan penuh berkah dan bermanfaat. Aamiin ya Rabbal aalamiin…
Disampaikan Oleh : Al-Ustadz Arfan Khoirun Halim




Leave a reply