Dalam Kitab Al-Hikam pasal 17 tentang;
*Ridho akan ketetapan Alloh*
ما تَرَكَ مِنَ الجَهْلِ شَيْئاً مَنْ أَرادَ أَنْ يُحْدِثَ في الوَقْتِ غَيْرُ ما أَظْهَرَهُ اللهُ فيِهِ
“Tidaklah meninggalkan dari kebodohan sedikit pun, orang yang menginginkan perubahan di dalam suatu waktu kepada selain apa yang Allah nampakkan pada waktu itu.”
Dikatakan sebodoh-bodoh orang adalah orang yang ingin merubah suatu keadaan yang belum dikehendaki Alloh pada waktu itu. seperti orang yang sedang sakit minta sembuh saat itu juga. atau orang miskin minta menjadi kaya seketika.
Orang seperti itu adalah sebodoh-bodohnya orang karena menghendaki suatu keadaan yang belum dikehendaki oleh Alloh. berarti dia tidak rela akan ketetapan-Nyala. padahal apa yang ditetapkan Alloh padanya bukan termasuk yang dicela oleh agama. jadi usahanya untuk merubah keadaan yang sudah ditetapkan Alloh itu termasuk perbuatan yang tidak sopan.
Oleh sebab itu sebaiknya setiap orang harus mau menerima dan rela terhadap apa yang telah ditetapkan oleh Alloh, meski tetap memperhatikan perintah untuk berikhtiar.
Wallou a´lam
*Disampaikan Oleh : Al-Ustadz M. Luthfi Dzunnurrahman*




Leave a reply