Dalam kehidupan ini tidak jarang manusia berputus asa ketika menghadapi cobaan dan kesulitan hidup. Seolah tak ada lagi tempat mengadu. Padahal sejatinya ketika seseorang mengalami kesulitan hidup, apa pun bentuknya, pendekatan spiritual merupakan solusi yang paling utama, yakni segera memohon pertolongan kepada Allah. Sebab, Dia-lah yang mengatur urusan langit dan bumi, termasuk hidup manusia yang fana ini.
Sikap mengeluh dan putus harapan tidak sepatutnya terjadi pada diri seorang mukmin, apalagi berprasangka buruk terhadap ketetapan Allah Swt. Sebab, pertolongan-Nya adalah sangat dekat. Bahkan ujian yang menimpa bisa jadi jalan menuju surge.
Selain penegasan Allah bahwa pertolongan-Nya sangat dekat, Allah juga meyakinkan hamba-hamba-Nya bahwa sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Tidak mungkin selamanya Allah menimpakan kesulitan kepada hamba-Nya. Hal ini difirmankan Allah dam Al-Qur’an surat Al-Syarh (94) ayat 5 dan ditegaskan kembali di ayat 6:
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا , إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
Artinya: “Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan” (QS. Al-Insyirah: 5-6).
Rahasia mengapa di balik kesulitan, ada kemudahan yang begitu dekat? Ibnu Rajab telah mengisyaratkan hal ini. Beliau berkata, “Jika kesempitan itu semakin terasa sulit dan semakin berat, maka seorang hamba akan menjadi putus asa dan demikianlah keadaan makhluk yang tidak bisa keluar dari kesulitan.
Akhirnya, ia pun menggantungkan hatinya pada Allah semata. Inilah hakekat tawakkal pada-Nya. Tawakkal inilah yang menjadi sebab terbesar keluar dari kesempitan yang ada. Karena Allah sendiri telah berjanji akan mencukupi orang yang bertawakkal pada-Nya.
Tak sebatas dekat, pertolongan Allah juga maha dahsyat. Manakala pertolongan Allah itu sudah turun, tidak ada seorang pun yang mampu menahan dan mencegahnya. Bahkan, sesuatu yang dipandang mustahil oleh manusia justru bisa terjadi melampaui nalar dan rencananya. Allah Maha Kuasa, Pengasih, dan Penyayang.
Hebatnya pertolongan Allah ini diabadikan dalam sejumlah ayat Al-Qur’an. Yaitu, ketika pertolongan yang menakjubkan itu turun kepada orang-orang atau segolongan umat yang diridai-Nya. Misalnya, vonis hukuman mati dengan cara dibakar yang dijatuhkan kepada Nabi Ibrahim oleh Raja Namruz. Namun, dengan pertolongan-Nya, api yang akan membakar Nabi Ibrahim a.s. menjadi dingin.
Ketika berada dalam kondisi sulit, sikap pesimis, mengeluh, dan galau, apalagi sumpah serapah bukanlah jalan keluar yang tepat. Sebab hanya mereka yang lemah imannya saja yang sering kali mudah bersikap seperti itu. Pendek kata, pertolongan Allah itu bersifat aksioma, sebagai konsekuensi dari totalitas iman dan ketaatan seorang hamba kepada-Nya. Karena itu, pertolongan Allah menjadi dekat. Sebaliknya, tanpa kekuatan iman dan sungguh-sungguh berbuat amal kebajikan, maka pertolongan Allah itu tentu menjadi jauh.
Sabar dan tahan uji, serta penuh harap (optimisme) terhadap pertolongan Allah Swt. seperti dipesankan Khalifah Umar di atas haruslah menjadi keyakinan kaum beriman. Dalam Al-Qur’an ditemukan banyak ayat yang menjanjikan kemudahan di balik kesulitan.
Optimisme seperti dikemukakan di atas sungguh penting agar manusia tidak gelap mata melihat masa depan. Manusia pada umumnya mengambil dua sikap dalam menghadapi kesulitan-kesulitan hidup.
Pertama, sikap patah semangat dan putus asa. Sikap ini tentu bukan sikap dan watak dari seorang yang beriman. Kedua, sikap penuh harap (optimisme) disertai instrospeksi dan mawas diri. Orang yang mengambil sikap ini tidak pernah menimpakan kesalahan kepada pihak lain, apalagi kepada Allah Swt.. Ia tidak pernah berprasangka buruk (su’udzan) kepada Allah meski doa yang setiap saat dipanjatkan belum juga terkabul. Ia justru mengevaluasi diri kalau-kalau perjuangan dan doa yang dilakukan belum optimal.
Jadi, selain senantiasa berdoa kepada Allah Swt, seorang hamba juga harus berjihad yakni bersungguh-sungguh dalam beribadah kepada Allah Swt. dan bekerja keras tanpa kenal lelah. Dengan demikian, kemudahan akan datang, dan kesulitan pun akan hilang.




Leave a reply