Dalam Qur’an Surat al-Qashash ayat 76 Alloh mengisahkan tentang salah seorang yang dianugerahi kenikmatan dunia sangat luar biasa. Mungkin bila disebut Namanya, Kita sudah tidak asing lagi. Nama tersebut adalah Qarun. Saking populernya nama ini, Kita sampai-sampai menyebut dan mengistilahkan setiap harta yang ditemukan dari dalam tanah sebagai harta karun.
Kaitannya dengan ayat tersebut sebenarnya ada hal yang sangat menarik. Bila Qarun karena sifatnya yang congkak ditenggelamkan oleh Alloh, maka di ayat berikutnya yaitu ayat 77 Alloh memberikan Kita petunjuk, bagaimana seharusnya memahami kenikmatan dunia ini. Berikut bunyi Qur’an Surat al-Qashash ayat 77 tersebut;
وَابْتَغِ فِيْمَآ اٰتٰىكَ اللّٰهُ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَاَحْسِنْ كَمَآ اَحْسَنَ اللّٰهُ اِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِى الْاَرْضِۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ ٧٧
Artinya:
“Dan, carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (pahala) negeri akhirat, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia. Berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan”.
Dari ayat ini bisa Kita temukan ada empat prinsip hidup yang sebaiknya dijadikan Langkah gelar seorang muslim agar bisa sukses baik di dunia maupun di akhirat. Saat hidup di dunia bisa menikmati hidup dan saat di akhirat terhindar dari azab. Adapun empat prinsip tersebut adalah;
Pertama, jadikanlah akhirat sebagai tujuan. Hal ini sangat penting, karena kehidupan akhirat merupakan kehidupan yang abadi, sedangkan dunia sifatnya sangat terbatas atau fana. Sudah sangat banyak ayat yang menjelaskan tentang begitu pentingnya kehidupan akhirat selain sifatnya yang kekal dan abadi tanpa batas.
Kedua, kuasailah dunia tanpa harus dikuasai dunia. Dalam kehidupan ini, Kita harus unggul dalam berbagai aspek keduniaan. Artinya, Kita harus menguasai urusan dunia, tapi jangan sampai Kita dikendalikan oleh dunia. Kita harus menguasai ekonomi, tapi jangan sampai kita dikendalikan oleh ekonomi. Dengan demikian, berdasarkan prinsip ini Kita akan menjadi orang yang ringan tangan untuk bersedekah.
Orang yang memiliki kesadaran tinggi, adalah mereka yang menjadikan akhirat sebagai tujuan utama. Bila demikian, orang tersebut pasti bertanggung jawab dalam hidupnya kepada Alloh. Misalnya dalam hal mencari rezeki. Mereka hanya mencari rezeki yang halal dan menjauhkan diri dari rezeki yang haram. Hal ini karena mereka meyakini, sekecil apa pun sebuah perbuatan pasti dimintai pertanggungjawabannya.
Ketiga, berbuat baik semaksimal mungkin tanpa melihat atau memperhitungkan balasan yang akan diterima. Dalam konteks ini, Kita harus mencontoh Alloh yang berbuat baik kepada para makhluknya dan tanpa berharap balasan apa pun dari makhluk-Nya. Apa pun pekerjaan Kita, misal menjadi guru, maka Kita selayaknya berbuat yang terbaik. Hal ini tidak harus dikaitkan dengan imbalan atau gaji, melainkan hanya dengan memberikan yang terbaik saja. Kita cukup meyakini bahwa Alloh pasti memberikan balasan yang terbaik melalui berbagai cara. Pendek kata, Kita harus bekerja secara maksimal tanpa melihat hasil materi semata.
Keempat, hindarkan diri dari membuat kerusakan di muka bumi. Adapun yang dimaksud dengan kerusakan ini mencakup berbagai hal. Di antara kerusakan tersebut dapat di bidang ekonomi, lingkungan, pendidikan dan lain-lain. Kita harus menghindarkan diri dari berbuat kerusakan di bidang apapun.
Disampaikan Oleh : Al-Ustadz Imam Muttaqin




Leave a reply