آدابُ المَرْءِ خَيْرٌ مِنْ ذَهَبِهِ
“Budi Pekerti Seseorang Itu Lebih Baik Dari Pada Emasnya.”
كُلُّ شَيْ إِذَا كَثُرَ رَخُصَ إِلَّا الْأَدَبَ
“Segala Sesuatu Itu Apabila Banyak Menjadi Murah Kecuali Budi Pekerti.”
“Adab yang Mulia Lebih Baik Daripada Harta Benda”
Ali bin Abi Thalib menerangkan bahwasanya Budi Pekerti yang mulia ada sepuluh : Dermawan, Malu, Jujur, Menyampaikan amanat, Rendah hati (tawadhu), Tidak sombong, Berani, Santun, Sabar, dan Syukur. Sedangkan tiga macam orang yang tidak diketahui kecuali dalam tiga situasi (pertama), tidak diketahui orang pemberani kecuali dalam situasi perang. (kedua), tidak diketahui orang yang penyabar kecuali ketika sedang marah. (ketiga), tidak diketahui sebagai teman kecuali ketika (temannya) sedang butuh.
Janganlah sekali-kali engkau menjadi orang yang keburukannya lebih kuat daripada kebaikannya, kekikirannya lebih kuat daripada kedermawanannya, dan kekurangannya lebih kuat daripada kebajikannya. Adab adalah pusaka yang terbaik. Tidak adanya adab adalah sebab segala kejahatan. Hendaklah engkau ridho akan perlakuan orang-orang terhadapmu sama seperti engkau ridho atas perlakuanmu terhadap mereka.
Hendaklah kita semua menjaga adab. Sebab, Jika kalian adala seorang raja, pasti kalian akan melebihi raja-raja yang lain, kalian penengah, pasti kalian akan dapat mengatasi suatu masalah ( lain) ; dan jika kehidupan kalian miskin, pasti kalian akan dapat hidup (terhormat) dengan adab kalian. Semulia-mulia raja adalah yang tidak sombong dan tidak menyimpang dari kebenaran. Sekaya-kaya orang adalah yang tidak tertawan oleh ketamakan. Sebaik-baik kawan adalah yang tidak menyulitkan kawan-kawannya. Dan sebaik-baik akhlak adalah yang paling dapat membantunya dalam ketakwaan dan kehati-hatian dalam beragama. Sebagaimana firman Allah dalam Q.S Al-Qolam (68) :
“Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung. (QS. Al Qolam [68]: 4)
Dijelaskan juga dalam hadist Rasulullah SAW, “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia.” (HR. Ahmad)
Jika kita ingin mengetahui tanda kemuliaan sesorang, maka tandanya adalah akhlaknya yang mulia. Karena Rosululloh Saw adalah orang yang yang mulia dan dipilih Allah (almusthafa). Orang yang berakhlak mulia tidak dicirikan dengan pakaiannya atau dengan kedudukannya atau keturunannya. Orang yang berakhlak mulia tercermin dari tingkah lakunya, tutur katanya yang senantiasa terpelihara dari menyakiti orang lain, jauh dari sikap merusak lingkungan, atau menzhalimi makhluk Allah lainnya.
Dalam realitas keseharian kita, kadangkala kita pernah menjumpai seorang muslim yang mungkin dari sisi ritualitas ibadahnya bagus, namun hal demikian sering tidak tercermin dalam perilaku atau akhlaknya. Shalatnya rajin, tetapi sering tak peduli dengan tetangganya yang miskin. Shaum sunnahnya rajin, namun wajahnya jarang menampakkan sikap ramah kepada sesama. Zikirnya rajin, tetapi tak mau bergaul dengan masyarakat umum. Demikian seterusnya. Tentu saja, muslim demikian bukanlah muslim yang ideal.
Muslim yang ideal tentu adalah muslim yang memiliki hubungan yang baik secara vertikal kepada Allah SWT yang terwujud dalam akidah dan ibadahnya yang lurus dan baik, sekaligus juga memiliki hubungan yang baik secara horisontal dengan sesama manusia yang tercermin dalam akhlaknya yang mulia. Akhlak mulia (akhlaq al-karimah) adalah salah satu tanda kesempurnaan keimanan dan ketakwaan seorang
Semoga kita semua senantiasa bisa menjaga adab di atas harta benda.. Semoga bermanfaat, Barakakkahu fiikum..
Disampaikan Oleh : Al-Ustadz Arfan Khoirun Halim




Leave a reply