Takwa itu jalur yang sunyi dan penuh ujian. Tapi di situlah iman akan tumbuh dan kesabaran menguat. Sehingga kita akan terus berusaha berpegang teguh dan setia menjadikan ke ridhoan Allah sebagai tujuan. Semua yang menyenangkan mungkin akan menjauh, tapi Allah pasti akan menjadi lebih dekat.
Maka jika engkau mulai malas melakukan amal shalih dan jiwamu di penuhi syahwat ingatlah hadits ini.
“Surga itu diliputi perkara-perkara yang dibenci (oleh jiwa) dan neraka itu diliputi perkara-perkara yang disukai syahwat.” (HR. Muslim)
Jika kewajiban menutup aurat, shalat 5 waktu, puasa, membaca Al Qur’an, menuntut ilmu syar’i, berbakti kepada orang tua, taat kepada suami, sedekah, membayar zakat, qurban serta amal shalih lainnya yg diperintahkan dan jiwamu merasa malas untuk melaksanakannya, Ingatlah hadits ini bahwa surga itu diliputi perkara² yang dibenci jiwa.
Dan begitupun juga ketika jiwamu condong dan ingin melakukan kepada perbuatan² maksiat dan dosa, ingin melakukan zina, tergiur harta yg haram, minuman keras, judi, riba, menyukai musik dan perbuatan² maksiat dan dosa lainnya, Ingatlah hadits ini juga bahwa neraka itu diliputi perkara² yang disukai nafsu.
Sungguh jika engkau selalu mengingat dan berusaha menerapkan hadits ini dalam sendi² kehidupanmu, Maka dengan ijin Allah engkau akan menjadi manusia yg bertakwa, sebab jiwa manusia itu sesungguhnya senantiasa condong pada kejelekan, maka kita harus berusaha melawannya.
Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّي
“Sesungguhnya jiwa (manusia) itu menyuruh pada kejelekan kecuali jiwa yang dirahmati Tuhanku.” (QS. Yusuf: 53)
Ath-Thabari berkata tentang ayat ini, “Jiwa yang dimaksudkan adalah jiwa para hamba, ia senantiasa memerintahkan pada perkara-perkara yang disenangi nafsu. Sementara hawa nafsu itu jauh dari keridhaan Allah Ta’ala.”(Jami’ul Bayan fi Ta’wilil Qur’an, Asy-Syamilah)
Disampaikan oleh : Al-Ustadz Arfan Khoirun Halim




Leave a reply