تَعَلَّمْ فَلَيْسَ الْمَرْءُ يُوْلَدُ عَالِمًا وَ لَيْسَ أَخُو عِلْمٍ كَمَنْ هُوَ جَاهِلُ
“Belajarlah.. (karena) tidak ada orang yang dilahirkan dalam keadaan berilmu, dan tidaklah sama orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu”
Belajar adalah jalan untuk memperoleh pemahaman, keterampilan, dan kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan. Dalam Islam, mencari ilmu juga dianggap sebagai ibadah yang mendapatkan ganjaran besar di sisi Allah.
Setiap orang lahir dalam keadaan kosong dari pengetahuan. Ilmu hanya bisa diperoleh melalui proses belajar, usaha, dan pengalaman.
Hal ini menekankan bahwa tidak ada seseorang yang otomatis menjadi pintar atau ahli tanpa melalui perjuangan.
“ Dan tidaklah sama orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu ”
Kalimat ini menegaskan adanya perbedaan besar antara orang yang memiliki ilmu dan yang tidak memilikinya.
Orang yang berilmu memiliki wawasan luas, mampu menganalisis masalah, membuat keputusan bijak, serta memberi manfaat bagi dirinya sendiri dan orang lain.
Sedangkan orang yang tidak berilmu cenderung terjebak dalam kebingungan, salah paham, dan kesulitan dalam memahami situasi atau membuat keputusan.
Allah SWT dalam Al-Qur’an juga menegaskan hal :
“Katakanlah: Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?”
(QS. Az-Zumar: 9)
Orang yang memiliki ilmu akan lebih dihormati, baik di dunia maupun di akhirat, karena ilmu adalah cahaya yang membimbing seseorang kepada kebenaran.
Jadi, intisari dari artikel di atas yaitu mengingatkan bahwa belajar (mendapatkan ilmu) adalah proses yang wajib bagi semua orang. Ilmu tidak datang dengan sendirinya, melainkan harus diperjuangkan. Perbedaan antara orang yang berilmu dan tidak berilmu sangat besar, baik dalam cara berpikir, mengambil keputusan, maupun dalam derajat di sisi Allah. Oleh karena itu, menuntut ilmu adalah jalan untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.
Barakallahu fiikum
Disampaikan Oleh : Al-Ustadz Arfan Khoirun Halim




Leave a reply