Tulisan ini merupakan edisi terakhir tentang rezeki. Oleh karenanya, ini merupakan puncak dari sekian pintu-pintu meraih rezeki sebagaimana telah Kita ulas dari beberapa artikel sebelumnya. Namun untuk hal ini, sebagai pengantar, mari coba Kita renungkan satu ayat berikut ini yang termuat dalam Qur’an Surat al-Baqarah ayat 161.
مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍۗ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْ
Artinya:
“Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti (orang-orang yang menabur) sebutir biji (benih) yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui.”
Sebelum ayat ini, Alloh menerangkan tentang hari akhirat yang kemudian dilanjutkan dengan ayat tentang infaq ini. Secara tidak langsung Alloh sebenarnya menjelaskan begitu eratnya hubungan antara infak dengan hari akhirat itu. Seseorang tidak akan mendapat pertolongan apa pun dan dari siapa pun pada hari akhirat, kecuali dari hasil amalnya sendiri selama hidup di dunia ini. Di antara amal-amal itu adalah infaq di jalan Alloh.
Dari ayat ini, Kita juga bisa memahami bahwa betapa mujurnya orang yang suka menafkahkan hartanya di jalan Alloh. Orang yang berinfaq bagaikan seorang yang menyemaikan sebutir benih di tanah yang subur. Benih itu menumbuhkan sebatang pohon dan pohon itu bercabang menjadi tujuh tangkai, setiap tangkai menghasilkan buah. Setiap tangkai buah berisi seratus biji, sehingga benih yang sebutir itu memberikan hasil sebanyak 700 butir. Ini berarti tujuh ratus kali lipat.
Kata yang paling populer bagi Kita sebagai bentuk lain dari infaq di jalan Alloh adalah sedekah. Kata sedekah ini juga menjadi kata yang sangat familiar di kalangan umat Islam Indonesia. Secara umum, sedekah dapat diartikan sebagai pendistribusia harta atau non harta yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang di luar zakat untuk kemaslahatan umum.
Dalam Islam, habluminallah (hubungan manusia ke Allah) dan habluminannaas (hubungan intrapersonal dan interpersonal manusia kepada manusia) harus seimbang. Salah satu cara untuk mendapatkan berkah dari Allah bukan hanya melalui ibadah. Tetapi, bisa juga didapatkan dengan cara berbagi atau yang sering disebut dengan sedekah.
Sedekah merupakan salah satu cara pembuka pintu rezeki yang terbuka luas tanpa harus berpeluh keringat. Dengan bersedekah, terbentuklah rumus memberi bukan berarti mengurangi. Namun rumus yang sesungguhnya adalah memberi sama dengan menambah rezeki. Ini karena sedekah adalah ibadah yang tidak akan mengurangi harta, sebagaimana sabda Rasulullah “Sedekah tidaklah mengurangi harta.” (HR. Muslim).
Mengapa sedekah tidak akan mengurangi harta? Karena meskipun secara tersirat harta terlihat berkurang, namun kekurangan tersebut akan ditutup dengan pahala di sisi Alloh dan akan terus bertambah kelipatannya menjadi lebih banyak sebagaimana ayat dalam surat al-Baqarah di awal pembahasan ini.
Di ayat lain, Alloh telah menjanjikan balasan rezeki yang berlipat ganda bagi umat-Nya yang gemar sedekah, yaitu membuka pintu rezeki seluas-luasnya. Selain itu, sedekah bukan hanya uang, namun juga bisa dalam bentuk non materi. Bagi yang sedang memiliki kelapangan rezeki, sedekah mungkin adalah hal yang mudah namun jika sedang sempit tapi dianjurkan untuk bersedekah mungkin akan lain cerita.
Berikut janji Alloh dalam QS Saba’ ayat 39;
وَمَآ اَنْفَقْتُمْ مِّنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهٗۚ وَهُوَ خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَ
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS: Saba’: 39)
Dari sini bisa Kita pahami bahwa betapa besar jaminan orang yang berinfak di jalan Alloh. Semoga dengan iman dan pengetahun akan manfaat sedekah ini Kita bisa menjadi orang yang gemar bersedekah, aamiin.
Disampaikan Oleh : Al-Ustadz Imam Muttaqin




Leave a reply