Bismillahhirrahmannirrahim
Surat Al Ikhlash adalah surat makkiyah yang terdiri dari 4 ayat, yang turun setelah surat An Naas, yang mempunyai banyak sekali keutamaan, yang bisa kita amalkan dalam kehidupan sehari hari.
Diantara keutamaan keutamaan dari surat Al ikhlash adalah sebagai berikut, yang bersumber dari hadist hadist Nabi Muhammad saw :
1. Hadist berkenaan dengan bacaannya sebanyak sepuluh kali sesudah sholat fardu ;
قَالَ الْحَافِظُ أَبُو يَعْلَى [الْمُوصِلِيُّ]: حَدَّثَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى، حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ مَنْصُورٍ، عَنْ عُمَرَ بْنِ نَبْهَانَ عَنْ أَبِي شَدَّادٍ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “ثَلَاثٌ مَنْ جَاءَ بِهِنّ مَعَ الْإِيمَانِ دَخَل مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شَاءَ، وزُوّج مِنَ الْحَوَرِ الْعِينِ حَيْثُ شَاءَ: مَنْ عَفَا عَنْ قَاتِلِهِ، وَأَدَّى دَيْنًا خَفِيًّا، وَقَرَأَ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ مَكْتُوبَةٍ عَشْرَ مَرَّاتٍ: ” قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ “. قَالَ: فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ: أَوْ إِحْدَاهُنَّ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: “أَوْ إِحْدَاهُنَّ”
Al-Hafiz Abu Ya’la Al-Mausuli mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdul A’la, telah menceritakan kepada kami Bisyr ibnu Mansur, dari Umar ibnu Syaiban, dari Abu Syaddad, dari Jabir ibnu Abdullah yang mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam telah bersabda: Ada tiga perkara yang barang siapa mengerjakannya dengan iman, niscaya ia dapat masuk surga dari pintu manapun yang disukainya, dan dinikahkan dengan bidadari sesukanya. Yaitu orang yang memaaf terhadap pembunuhnya; dan membayar hutangnya dengan sembunyi-sembunyi; dan membaca sepuluh kali Qul Huwallahu Ahad seusai tiap salat fardunya.
Maka Abu Bakar bertanya, “Bagaimanakah dengan orang yang hanya melakukan salah satunya saja wahai Rasulullah?” Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menjawab, “Berlaku pula bagi orang yang melakukan salah satu (dari ketiga)nya.”
2. Hadist mengenai membacanya di saat hendak memasuki rumah.
قَالَ الْحَافِظُ أَبُو الْقَاسِمِ الطَّبَرَانِيُّ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بَكْرٍ السَّرَّاجُ الْعَسْكَرِيُّ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْفَرَجِ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الزِّبْرِقَانِ، عَنْ مَرْوَانَ بْنِ سَالِمٍ، عَنْ أَبِي زُرْعَة بْنِ عَمْرِو بْنِ جَرِيرٍ، عَنْ جَرِيرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “مَنْ قَرَأَ: ” قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ” حِينَ يَدْخُلُ مَنْزِلَهُ، نَفَتِ الْفَقْرَ عَنْ أَهْلِ ذَلِكَ الْمَنْزِلِ وَالْجِيرَانِ”
Al-Hafiz Abu Qasim At-Tabrani mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad Ibnu Abdullah ibnu Bakar As-Sarraj Al-Askari telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnul Faraj, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnuzZabarqan, dari Marwan ibnu Salim, dari Abu Zar’ah, dari Amr ibnu Jarir, dari Jarir ibnu Abdullah yang mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam telah bersabda :
“Barang siapa yang membaca Qul Huwallahu Ahad saat hendak memasuki rumahnya, maka dijauhkanlah kefakiran dari penduduk rumah itu dan juga para tetangganya.”
Sanad hadis berpredikat daif.
3. Hadist yang menceritakan tentang memperbanyak bacaan surat Al-Ikhlas dalam semua keadaan.
قَالَ الْحَافِظُ أَبُو يَعْلَى: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ الْمُسَيَّبِيُّ، حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ، عَنِ الْعَلَاءِ بْنِ مُحَمَّدٍ الثَّقَفِيِّ قَالَ: سَمِعْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ يَقُولُ: كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِتَبُوكَ، فَطَلَعَتِ الشَّمْسُ بِضِيَاءٍ وَشُعَاعٍ وَنُورٍ لَمْ نرها طلعت فيما مضى بِمِثْلِهِ، فَأَتَى جِبْرِيلُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا جِبْرِيلُ، مَا لِي أَرَى الشَّمْسَ طَلَعَتِ الْيَوْمَ بِضِيَاءٍ وَنُورٍ وَشُعَاعٍ لَمْ أَرَهَا طَلَعَتْ بِمِثْلِهِ فِيمَا مَضَى؟ “. قَالَ: إِنَّ ذَلِكَ مُعَاوِيَةُ بْنُ مُعَاوِيَةَ اللَّيْثِيُّ، مَاتَ بِالْمَدِينَةِ الْيَوْمَ، فَبَعَثَ اللَّهُ إِلَيْهِ سَبْعِينَ أَلْفَ مَلَكٍ يُصَلُّونَ عَلَيْهِ. قَالَ: “وَفِيمَ ذَلِكَ؟ ” قَالَ: كَانَ يُكْثِرُ قِرَاءَةَ: ” قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ” فِي اللَّيْلِ وَفِي النَّهَارِ، وَفِي مَمْشَاهُ وَقِيَامِهِ وَقُعُودِهِ، فَهَلْ لَكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنْ أَقْبِضَ لَكَ الْأَرْضَ فَتُصَلِّيَ عَلَيْهِ؟ قَالَ: “نَعَمْ”. فَصَلَّى عَلَيْهِ.
Al-Hafiz Abu Ya’la mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ishaq Al-Musayyabi, telah menceritakan kepada kami Yazid ibnu Harun, dari Al-Ala ibnu Muhammad As-Saqafi yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Anas ibnu Malik mengatakan bahwa ketika kami sedang bersama Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam di medan Tabuk, maka terbitlah matahari dengan sinar dan cahayanya yang belum pernah kami lihat sebelumnya. Lalu datanglah Malaikat Jibril kepadaNabi Shallallahu’alaihi Wasallam Maka Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bertanya, “Hai Jibril, mengapa kulihat matahari hari ini terbit dengan sinar dan cahaya yang belum pernah kulihat sebelumnya seperti itu.
Jibril menjawab, bahwa sesungguhnya hal itu disebabkan Mu’awiyah ibnu Mu’awiyah Al-Laisi, dia telah meninggal dunia pada hari ini di Madinah, maka Allah mengirimkan kepadanya tujuh puluh ribu malaikat untuk menyalatkannya.” Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bertanya, “Mengapademikian?” Jibril menjawab, bahwa dia adalah orang yang banyak membaca Qul Huwallahu Ahad di malam dan siang harinya, dan saat ia berdiri, berjalan, dan duduknya. Maka maukah engkau, ya Rasulullah; aku akan mengambil segenggam tanah kuburnya, lalu engkau menyalatkannya?” Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menjawab, “Ya,” maka Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menyolatkannya.
Demikianlah diantaranya hadist hadist yang menerangakan keutamaan dari surat al ikhlash, dan tentunya masih banyak lagi keutamaan keutamaan dari surat Al ikhlash ini .
Wallaahu a’lam bisshowwab.
Disampaikan Oleh : Al-Ustadzah Isji Nur Hidyatullah
Referensi : Tafsir Ibnu Kathir.




Leave a reply